Erick Thohir Sebut Jokowi Bawa Ekonomi RI ke 13 Besar Dunia, Dilanjutkan Prabowo!

Erick Thohir Sebut Jokowi Bawa Ekonomi RI ke 13 Besar Dunia, Dilanjutkan Prabowo!

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 03 Feb 2024 20:03 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, perlu waktu sekitar 10 sampai 15 tahun untuk melakukan pembangunan. Erick berkaca dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang juga membutuhkan rentang waktu tersebut.

Saat ini, kata Erick, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengantarkan ekonomi Indonesia ke posisi 13 terbesar dunia. Perkembangan ini menurutnya bakal dilanjutkan oleh Prabowo Subianto jika dirinya terpilih pada Pilpres.

"Artinya ketika sekarang Pak Jokowi sudah mengantarkan kita di posisi ekonomi nomor 13 terbesar di dunia dan menuju nomor 4 atau 5 terbesar di dunia, terus insyaallah nanti dilanjutkan oleh Pak Prabowo ini menjaga kestabilan," katanya saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu (3/2/2024).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erick juga menanggapi klaim Prabowo yang merasa di belakang dirinya ada 3 sosok presiden, yaitu Jokowi, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Erick menilai hal ini justru menjadi sinyal positif.

"Saya rasa itu hal yang positif. Kita itu sebagai bangsa yang sedang membangun, itu rata-rata kalau kita perbandingkan dengan banyak negara, mau Singapura, mau Malaysia, mau banyak negara tetangga kita, nggak usah terlalu jauh. Itu perlu waktu 10-15 tahun," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Jokowi, kata Erick, sudah mengantarkan ekonomi Indonesia ke posisi ekonomi terbesar ke 13 dunia. Menurutnya capaian ini akan dilanjutkan Prabowo jika terpilih.

"Artinya ini dari 10 tahun (SBY), tambah 10 tahun (Jokowi), nanti tambah lagi 5 sampai 10 tahun hal yang positif. Supaya kita punya cita-cita kita menjadi Indonesia emas di tahun 2045 dan kita coba lakukan ini. Dan stabilitas politik itu sangat penting untuk ekonomi," tutur Erick.

Pada kesempatan itu ia menceritakan pengalaman pemerintah menghadapi pandemi COVID-19. Saat itu Prabowo dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersatu menghadapi Covid-19. Padahal keduanya sempat berkompetisi pada dua pilpres sebelumnya.

"Seperti yang saya sampaikan selalu kenapa saya memilih pasangan ini tadi, bahwa ketika Covid saya merasakan kalau sampai waktu itu terjadi perpecahan politik saya rasa kita berat menghadapi COVID," pungkasnya

(ily/hns)

Hide Ads