India Paling Banyak Terapkan Anti Dumping

India Paling Banyak Terapkan Anti Dumping

- detikFinance
Jumat, 08 Des 2006 12:57 WIB
Jakarta - Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organizations (WTO) mencatat India sebagai negara pengguna terbanyak penerapan anti dumping terhadap produk impor dari berbagai negara.Seperti dikutip Atase Perdagangan Indonesia di India, Jumat (8/12/2006), India telah menerapkan jumlah maksimum penyelidikan selama periode Januari hingga Juni 2006.Di seluruh dunia, jumlah penyelidikan anti dumping baru mengalami penurunan, namun langkah-langkah finalisasi anti dumping baru mengalami kenaikan pada periode Januari-Juni 2006 dibandingkan periode yang yang sama tahun lalu.Selama periode Januari - Juni tahun 2006, 20 negara memulai penyelidikan sebanyak 87 kasus, turun dari 105 dalam periode yang sama tahun lalu. Total 15 negara telah menerapkan finalisasi anti dumping sebanyak 71 kasus selama periode bulan Januari-Juni 2006, dibandingkan 55 kasus pada periode yang sama tahun 2005 yang meningkat sebesar 29 persen.Cina masih paling banyak terkena anti dumping. Produk Cina tercatat terkena 15 kasus anti dumping, turun dari 18 kasus tahun sebelumnya. Cina juga yang dikenal sebagai Naga Asia telah melaksanakan penyelidikan baru sebanyak 32 kasus dari 87 kasus tahun ini dibanding sebanyak 23 kasus dari 105 kasus pada tahun 2005.Dalam periode Januari- Juni 2006, India telah melaksanakan penyelidikan baru sebanyak 20 kasus yang dinilai paling banyak terhadap produk ekspor yang dilakukan oleh negara-negara lain. India telah menggelar penyelidikan sebanyak 14 kasus pada periode yang sama tahun lalu.Dalam rangka melaksanakan penyelidikan baru anti dumping Komunitas Eropa tercatat sebanyak 17 kasus, yang merupakan yang kedua tertinggi dalam daftar.Diikuti Australia sebanyak 9 kasus, sementara itu Argentina, Indonesia dan Turki masing-masing sebanyak 5 kasus. Sementara Israel dan Amerika Serikat tidak memulai penyelidikan baru pada periode Januari-Juni 2006. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads