Pertamina Ujicoba Elpiji Tahap Kedua
Jumat, 08 Des 2006 21:09 WIB
Jakarta - PT Pertamina kembali memperluas uji pasar konversi minyak tanah di dua kelurahan. Untuk tahap awal sebanyak 400 paket kompor dan tabung elpiji 3 kilogram beserta isinya, telah dibagikan secara gratis.Peluncuran perluasan uji pasar didahului dengan demonstrasi pemasangan regulator dan selang gas kompor. Kemudian dilanjutkan cara menyalakan kompor.Agen elpiji PT Bina Prastha Buana, Sonny Tavianto mengaku, hingga kini pihaknya belum dapat menghitung berapa besarnya keuntungan yang akan didapat dari penjualan elpiji berukuran 3 kilogram yang saat ini sedang diujicobakan itu. "Bisnis ini kan masih berupa ujicoba dan belum berjalan dengan baik," ujarnya."Yang penting jalan dulu, kita akan dukung program pemerintah. Hasilnya kita lihat aja nanti," cetusnya. Agen pangkalan minyak tanah Ahmad Triyanto mengungkapkan, sejak pangkalan miliknya ditunjuk sebagai pangkalan distribusi elpiji 3 kilogram, secara bertahap minyak tanah yang dia terima dikurangi. Sebelum ujicoba Agustus 2006, pangkalan Ahmad biasa mendapatkan 20 kiloliter minyak tanah per bulan. "Agustus sudah mulai ditarik 10 kiloliter dan mulai Desember saya tidak lagi menjual minyak tanah. Semua sudah diganti elpiji," katanya, Jumat (8/12/2006).Menurut pemilik pangkalan Ahmad R, rendahnya penghasilan disebabkan elpiji lebih lambat habis terjual bila dibandingkan dengan minyak tanah. Sebagai perbandingan, dalam sebulan dengan menjual 20 kiloliter minyak tanah. Mengaku memperoleh keuntungan Rp 1,6 juta. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal mengatatakan, pembagian yang dilaksanakan di Kelurahan Cempaka Baru Kecamatan Kemayoran dilaksanakan dengan bekerjasama dengan pihak kelurahan. Faisal optimis program konversi sudah tepat sasaran. "Lurahnya bilang begitu, gimana. Lurahnya pakai minyak tanah juga," ujarnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, tidak semua keluarga yang menerima kompor, tabung, dan isi adalah masyarakat dari tingkat pendapatan rendah. Lokasi uji coba di Kelurahan Cempaka Baru adalah pemukiman masyarakat berpendapatan menengah atas. Bahkan, banyak keluarga yang memiliki kendaraan pribadi.Pada kesempatan yang sama, Manajer Umum Gas Domestik Pertamina Nasrullah Akhsan mengatakan, pihaknya akan mempertahankan pemasaran elpiji di tingkat 1 juta ton, di luar distribusi elpiji 3 kilogram yang disubsidi pemerintah. Hal itu dilakukan selama harga jual masih di bawah harga keekonomian. Nasrullah mengatakan, Pertamina tidak ingin memperbesar pemasaran karena unit bisnis elpiji menanggung rugi. Tahun ini saja, kerugian Pertamina dari penjualan elpiji diproyeksikan hampir mencapai Rp 3 triliun.
(mar/mar)











































