Izin Impor Kendaraan Bekas Minta Distop Tahun Ini

Izin Impor Kendaraan Bekas Minta Distop Tahun Ini

- detikFinance
Senin, 11 Des 2006 17:29 WIB
Jakarta - Izin impor kendaraan bekas kembali didesak untuk segera dihentikan. Menteri Perindustrian Fahmi Idris mendesak Departemen Perdagangan (Depdag) berpihak pada industri dalam negeri dengan mengabulkan permintaan itu. Fahami menilai, dengan keputusan ini industri rekondisi dijamin tidak akan ikut rontok tapi justru akan lebih bisa tumbuh. Sebelumnya dikhawatirkan dengan larangan impor ini industri rekondisi tidak mendapatkan order melakukan rekondisi kendaraan. Departemen Perindustrian (Depperin) sudah mengirimkan rekomendasi ditutupnya kran impor terhadap kebijakan izin impor kendaraan bekas yang habis masa berlakunya pada bulan ini."Kita telah berdiskusi dengan para dunia usaha otomotif dan Direktorat Alat Angkut Depperin. Kesimpulannya impor kendaraan bekas harusnya dihentikan pada akhir tahun ini secara serius dan sungguh-sungguh dengan dasar kondsi pasar dan industri otomotif di Indonesia. Depdag setuju atau ga? Wallahu A'lam saya sudah sampaikan hal ini beberapa waktu lalu," papar Fahmi.Hal itu diungkapkan Fahmi, disela-sela acara peresmian ekspor perdana Fortuner di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Production, Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta, Senin (11/12/2006)."Pilihannya kita mau kembangkan bengkel atau industri tidak bisa semuanya dipilih, dan pilihan Indonesia kembangkan industri. Secara otomatis bengkel (rekondisi) juga akan tumbuh. Tapi kalau industri pokoknya tidak tumbuh bengkel bisa meninggal dunia," jelasnya.Menurut Fahmi, tujuan awal diberikannya izin impor kendaraan bekas pada tahun 1997 karena Indonesia sedang dihantam krisis moneter, sehingga dianggap tak mampu membeli barang modal baru. Namun karena saat ini dianggap pertumbuhan ekonomi positif, kebijakan ini dianggap tidak perlu diperpanjang. Apalagi saat ini industri otomotif sedang tumbuh, semnetara untuk izin kendaraan baru belum dilarang. (arn/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads