Investasi Elektronik 2007 Ditargetkan Naik US$ 2,5 Miliar
Senin, 11 Des 2006 17:45 WIB
Jakarta -
Seiring gencarnya promosi investasi Indonesia kepada prinsipal elektronik Jepang dan Korea Selatan diantaranya LG, Sanyo, dan Samsung maka pemerintah menargetkan investasi di sektor elektronik akan meningkat sebesar US$ 2,5 miliar pada tahun 2007."Dengan investasi itu, nilai ekspor produk elektronik akan meningkat dari US$ 7,2 miliar pada 2005 menjadi US$ 8 miliar tahun ini. Tahun depan, ekspor diperkirakan menjadi US$ 9 juta dengan penyerapan tenaga kerja baru sekitar 150 ribu orang," papar Direktur Industri Elektronik Departemen Perindustrian (Depperin), Abdul Wahid, di seminar elektronik di Gedung Bidakara Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (11/12/2006).Pemerintah juga menargetkan utilisasi industri elektronik nasional akan meningkat dari 64 persen tahun ini menjadi 80 persen tahun depan. Dengan laju pertumbuhan industri 13,2 persen.Menurutnya, hambatan utama adalah 40 persen market share/i> elektronik di Indonesia adalah barang ilegal. Selain keterbatasan uji SNI, ekonomi biaya tinggi, terkonsentrasinya industri ini hanya di Jawa dan Batam serta kandungan lokal yang hanya 40 persen."Selain itu belum berkembang merek dalam negeri karena kurang digandrungi oleh masyarakat. Produksi lokal diharapkan pada 2007-2009 market share-nya dapat meningkat dari 54 persen menjadi 75 persen," katanya.Abdul menambahkan, untuk perbaikan peraturan yang menunjang investasi di sektor elektronik adalah penghapusan PPnBM dalam peningkatan daya saing, penyebaran industri elektronika diluar Jawa dan Batam. Selain perlunya implementasi SNI, insentif yang mendorong investasi pengembangan kompetensi SDM, pengaturan infrastruktur industri termasuk penguasaan teknologi dan prioritas pemakaian produksi dalam negeri.
(arn/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































