Harga Elpiji Industri Naik 10,83%

Harga Elpiji Industri Naik 10,83%

- detikFinance
Selasa, 12 Des 2006 09:35 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga elpiji bulk untuk sektor industri menengah dan industri besar dari Rp 5.280/kg menjadi Rp 5.852 atau naik 10,83 persen. Harga tersebut sudah termasuk PPN 10 persen. Harga baru ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) no. Kpts-706/C00000/2006-S3 tanggal 6 Desember 2006 tentang harga jual elpiji bulk yang mulai berlaku terhitung penyerahan mulai 12 Desember 2006 jam 00.00. Dalam siaran pers dari Pertamina yang diterima detikcom, Selasa (12/12/2006) disebutkan, harga jual elpiji untuk tabung ukuran 50 kg, 12 kg dan 3 kg tidak mengalami kenaikan yakni tetap Rp 4.250/kg.Kepala Divisi Humas Pertamina Toharso menjelaskan, penyesuaian harga tahap II ini merupakan rangkaian dari kenaikan harga bulk elpiji secara bertahap menuju ke harga keekonomian. Sebelumnya, Pertamina telah melakukan penyesuaian harga Bulk Elpiji tahap I pada 11 September 2006 dari Rp 4.250/kg menjadi Rp 5.280/Kg, atau masih dibawah harga keekonomian. Pengguna elpiji bulk adalah sektor industri dan komersial skala menengah hingga besar seperti pabrik kaca, gelas, industri keramik, hotel taraf internasional dll. Volume penjualan elpiji bulk dalam satu tahun sebesar 148.200 ton atau 15 persen dari total voleme penjualan elpijiElpiji yang disubsidi pemerintah adalah elpiji yang dijual sesuai dengan Kebijakan Pemerintah dalam Program Pengalihan Minyak Tanah ke elpiji dalam kemasan tabung 3 kg yang akan dilakukan secara bertahap mulai Januari 2007. Pertamina juga telah melakukan sosialisai penggunaan elpiji 3 kg pengganti minyak tanah melalui perluasan uji pasar di Jakarta dan Tangerang dengan target pemakai 25.000 Kepala Keluarga (KK). Penggunaan elpiji ukuran 3 kg sebagai pengganti minyak tanah ini ditargetkan mencapai 567.767 Ton pada 2007 dengan konversi minyak tanah sebesar 988.000 KL minyak tanah. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads