Harga Beras Naik, Pemprov DKI Belum Rencanakan Operasi Pasar
Selasa, 12 Des 2006 12:08 WIB
Jakarta -
Rencana pemerintah pusat untuk menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga beras belum akan diikuti Pemprov DKI Jakarta. Alasannya, hingga saat ini Pemprov belum menerima keluhan dari masyarakat."Kan belum ada keluhan dari masyarakat. Beras di Dolog sangat cukup. Jadi kalau itu diperlukan operasi pasar pasti akan kita lakukan," ujar Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2006).Namun, dalam 1 atau 2 hari ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov DKI Jakarta akan terus melacak harga-harga beras di lapangan. Jika harga beras berdasar pengecekan di lapangan naik, pihaknya akan melakukan operasi pasar.Sutiyoso tidak menampik kemungkinan sabotase kenaikan harga beras menjelang perayaan Natal dan akhir tahun. "Bisa saja seperti itu. Tapi kan harus kita buktikan apa yang terjadi kok tiba-tiba seperti itu," tandas dia.Selama akhir November hingga minggu I Desember 2006, harga beras jenis IR 64 rata-rata naik dari Rp 5.193 per kilogram menjadi Rp 5.450 per kilogramnya. Rata-rata kenaikan mencapai angka 5 persen.Menko Perekonomian Budiono menyebutkan pemerintah daerah adalah pihak yang bertanggung jawab dalam menjaga harga beras. Budiono juga menyatakan pemerintah bertekad menstabilkan harga beras hingga Februari 2007.
(fjr/nrl)










































