Mendag Sidak Harga Beras di Pasar Senen

Mendag Sidak Harga Beras di Pasar Senen

- detikFinance
Selasa, 12 Des 2006 15:27 WIB
Jakarta - Melambungnya harga beras yang sudah tidak wajar karena dalam seminggu naik 5 persen, memaksa Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, melakukan sidak ke Pasar Senen Jakarta.Dari hasil sidak yang berlangsung pukul 14:00 WIB, Selasa (12/12/2006), ditemukan semua jenis beras mengalami kenaikan harga yang signifikan. Harga beras kualitas rendah IR-64 KW III dari semula Rp 4.500 per kilogram (kg) menjadi Rp 5.200/kg. Beras kualitas sedang seperti Ramos dan Saigon naik dari Rp 5.500/kg menjadi Rp 6.000/kg dan kualitas tinggi atau jenis super naik dari semula Rp 6.000/kg menjadi Rp 7.000/kg.Rosnita, seorang pedagang beras di Pasar Senen mengatakan, kenaikan harga beras dipicu menurunnya pasokan beras ke pasar induk. Salah satunya pasokan dari Karawang. Akibat kenaikan harga beras, harga sejumlah sembako di Pasar Senen ikut mengalami kenaikan. Harga telur naik dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 8.500/kg, gula naik dari 6.000/kg menjadi Rp 6.500/kg, cabe rawit dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, cabe merah keriting besar dari Rp 24.000/kg menjadi Rp 30.000/kg dan minyak goreng curah satu kaleng (17 kg) biasanya Rp 113 ribu naik menjadi Rp 195 ribu.Harga yang stabil adalah bawang merah, bawang putih dan daging sapi. Sedangkan harga ayam mengalami penurunan dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 12.000/kg."Kenaikan ini kita akan pantau terus," ujar Mendag.Menurut Mendag, ada tiga hal yang dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga beras. Pertama, permintaan daerah untuk melakukan operasi pasar (OP), yang hingga saat ini sudah ada tujuh daerah yang minta OP dan diberikan 50 ribu ton.Kedua, daerah tertentu berdasarkan pantauan di daerah tertentu apabila harganya sudah melampaui harga pasar, bisa langsung melakukan OP beras tanpa menunggu permintaan daerah.Ketiga, melakukan operasi beras raskin yang tahun ini dilakukan selama 10 bulan. Untuk bulan ini, menurut Mendag, masih ada stok raskin yang per bulannya dipatok 200 ribu ton dengan harga jual Rp 1.000/kg.Mendag juga menepis tudingan adanya penimbunan beras yang dilakukan spekulan. Tapi lebih karena akibat musim paceklik dan musim hujan yang datang terlambat yang membuat masa tanam ikut mundur."Saya rasa berdasarkan hasil perbincangan tadi dari seluruh supplier hanya satu yang melakukan penimbunan jadi tidak bisa mengatakan ini karena penimbunan," kata Mendag. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads