Januari-November 2006
Capital Inflow Capai Rp 35,39 T
Rabu, 13 Des 2006 17:16 WIB
Jakarta - Sepanjang Januari hingga November 2006, capital inflow atau aliran modal asing yang masuk melalui pasar modal dan obligasi Indonesia nilainya mencapai Rp 35,39 triliun. Sebanyak Rp 15,09 triliun masuk melalui pasar modal, dan sisanya Rp 20,3 triliun masuk melalui pasar obligasi Indonesia."Jadi terjadi capital inflow. Dengan adanya capital inflow, cadangan devisa aman dan nyaman karena ada modal baik dari pasar modal atau pun obligasi," ujar pejabat Badan Koordinasi Fiskal (BKF) Depkeu Anggito Abimanyu saat menjelaskan hasil rapat pimpinan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (13/12/2006).Kinerja surat utang negara, lanjut Anggito, juga membaik karena adanya kepercayaan dari pelaku pasar. Obligasi yang diterbitkan pemerintah mendapat predikat 'best perfomance bond in Asia'. "Jadi kalau mau menerbitkan obligasi, jauh lebih murah sehingga kebutuhan untuk financing juga jauh lebih murah," tambahnya. Di sektor keuangan lain, misalnya reksa dana, juga sudah mulai pulih. Porsinya meningkat dari 2,36 persen pada September 2005 menjadi 4,92 persen per November 2006. Untuk asing meningkat dari 6,02 persen menjadi 12,3 persen pada November 2006.Sementara Menteri Keuangan juga mencanangkan dalam 3 tahun ke depan peringkat utang Indonesia akan kembali mencapai BBB seperti saat sebelum krisis. Saat ini, peringkat utang untuk valuta asing BB-, sementara utang dalam rupiah BB.
(qom/nrl)











































