Bulog Baru Bisa Penuhi 3 Daerah Buat OP Beras
Rabu, 13 Des 2006 19:15 WIB
Jakarta - Perum Bulog baru bisa memenuhi tiga daerah dari 7 daerah yang minta operasi pasar(OP). Ketiga daerah itu yakni Riau 20 ton, Papua 40 ton dan Ambon yang baru berlangsung hari ini sehingga belum bisa diketahui berapa yang dioperasikan.Namun meskipun Bulog menyatakan stok melebihi cukup dengan masuknya beras impor 208.772 ribu ton. Sementara 4 daerah lainnya belum bisa dipenuhi karena Pemda setempat belum menyerahkan harga eceran tertinggi (HET) beras."Dari 7 daerah, ada satu lagi daerah yang minta OP yakni DKI Jakarta untuk 20 pasar," jelas Kahumas Perum Bulog Fatah Yasin saat ditemui di Gedung Bulog Jakarta, Rabu (13/12/2006)."Mekanismenya Pemda tentukan dulu HET sebagai penentuan harga jual OP, dimana harga jual OP selalu dibawah RP 200 dari HET. Pemda lah yang tahu persis daya beli masyarakatnya," tambahnya.Ia menjelaskan beras yang dijual dalam OP dibentuk dalam paket 2 kilogram ataupun 3 kilogram, digelontorkan langsung bagi konsumen eceran.Sementara itu Ketua Umum HKTI Beni Pasaribu mendesak Bulog segera memenuhi daerah-daerah yang membutuhkan OP demi kestabilan harga dan tidak usah menunggu harga membumbung tinggi.Beni mengatakan, lenaikan harga beras bukan karena mundurnya musim tanam. Tapi memang hal ini selalu terjadi di akhir tahun menjelang tahun baru."Permintaan meningkat, seharusnya pemerintah langsung bergerak tak perlu tunggu Pemda serahkan HET" desaknya."Kalau Bulog keluar stok pedagang yang menahan stok langsung keluarkan berasnya, dampak psikologis gharga beras langsung turun. Kalau Bulog menunggu harga tinggi baru OP artinya mencari margin tinggi," keluhnya.
(arn/mar)











































