Anggota DPR: Impor Beras Bisa Bantu Redakan Harga
Kamis, 14 Des 2006 12:09 WIB
Jakarta - Kenaikan harga beras di sejumlah daerah harus segera disikapi dengan memenuhi kebutuhan stok pasar. Sebab, kenaikan harga beras disebabkan menurunnya stok pasar yang ada."Sejak Desember kan tidak ada lagi raskin (beras untuk rakyat miskin) sebesar 200.000 ton, jadi masyarakat membeli. Sementara stok pasarnya menurun. Ini yang menyebabkan harga naik," ujar Ketua Komisi IV Yusuf Faisal kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/12/2006).Politisi PKB ini berpendapat, salah satu langkah yang bisa diambil pemerintah adalah dengan melakukan impor. "Kalau sudah dianggap darurat pemerintah bisa melakukan impor. Yang penting kebutuhan pangan rakyat terpenuhi," tambah Yusuf.Dia juga mendesak pemerintah segera melakukan operasi pasar, karena adanya dugaan penimbunan beras oleh tengkulak.Sementara itu Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo berpendapat, kelangkaan yang terjadi setiap akhir tahun disebabkan keterlambatan musim tanam akibat kekeringan. Dia memprediksi panen baru akan dilakukan pada April 2007.Tjahjo meminta kelangkaan beras ini tidak dijadikan alasan untuk mengimpor beras. Stok Bulog saat ini masih cukup untuk operasi pasar 2007."Harusnya Menteri Pertanian menyiapkan konsep atau blue print yang jelas masalah pangan. Jangan main-main lagi karena kebutuhan perut rakyat menyangkut stabilitas," pungkas dia.
(fjr/nrl)











































