Harga Beras di Riau Naik 25% Seminggu
Jumat, 15 Des 2006 16:24 WIB
Pekanbaru - Harga beras di Riau juga terus melambung. Dalam sepekan, harga beras telah melonjak hingga 25 persen. Kebutuhan pokok lainnya pun turut terseret kenaikan harga beras itu. Duh!.Di sejumlah supermarket dan pasar tradisonal, kenaikan harga beras juga diikuti kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok hingga 10 persen. Pedagang menyebut, kenaikan harga beras lebih pada macetnya pasokan dalam sepekan terakhir. Selain itu juga dipicu oleh faktor menjelang natal dan musim hujan. "Kalau harga beras naik, ini akan tentu diikuti kenaikan harga bahan bahan pokok lainnya. Dua pekan ini pasokan beras Sumatera Barat dan Sumatera Utara macet. Kalau pun datang harganya naik 25 persen dari harga sebelumnya," ujar H Ujang Zailani, pedagang beras di pasar tradisinoal Dupa, Jl Sudirman, Pekanbaru kepada detikcom, Jumat (15/12/2006). Kenaikan rata-rata harga beras mencapai Rp 1.500 per kilogram. Misalnya saja harga beras Ramos asal Sumut yang sebelumnya Rp 6.000/kg, kini harus dijual dengan harga Rp 7.500/kg. "Untuk beras asal Sumbar juga mengalami kenaikan yang sama. Beras merek Topi yang sebelumnya hanya Rp 5.500/kg, kini terpaksa dinaikan harganya Rp 1.500/kg," kata Ujang. Menanggapi kenaikan harga beras yang terus dikeluhkan warga, Gubernur Riau, Rusli Zainal telah melayangkan surat ke Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) dan Kantor Bulog Riau Daratan untuk segera mendata kebutuhan untuk Operasi Pasar. Pendataan itu harus segara dilakukan, agar dapat menentukan seberapa besar kebutuhan beras masyarakat. "Atas kenaikan hara beras ini, Gubernur dan Disperindag serta Bulog hari ini melakukan rapat koordinasi. Hasilnya, gubernur meminta segara kedua instansi ini membuka Operasi Pasar untuk menstabilkan harga beras yang terus melambung. Diharapkan dalam dua hari ini OP sudah bisa dilakukan," kata Kabag Humas Pemprov Riau, Surya Maulana saat dihubungi detikcom. Gubernur menyebut, stok beras Riau saat ini berjumlah 32 ribu ton. Dan volume itu masih cukup untuk kebutuhan masyarakat selama enam bulan kedepan. Jumlah ini merupakan bagian dari rencana Pemerintah Pusat menyiapkan 350 ribu ton beras untuk Operasi Pasar. "Stok beras kita masih mencukupi. Karena itu gubernur sudah mengintruksikan untuk segara dilakukan OP," kata Surya.
(cha/qom)











































