Stok Pupuk Pemerintah Menumpuk

Stok Pupuk Pemerintah Menumpuk

- detikFinance
Jumat, 15 Des 2006 16:54 WIB
Jakarta - Kabar buruk kelangkaan pupuk pada musim tanam tahun ini diharapkan sudah tidak terjadi lagi. Pasalnya, stok pupuk di sejumlah gudang kini menumpuk dalam jumlah besar.Masih banyaknya stok pupuk untuk musim tanam 2006-2007, karena adanya El Nino yang membuat musim tanam datang terlambat akibat berkurangnya curah hujan."Jumlah pupuk yang tersedia itu sangat memadai, bahkan terjadi penumpukan stok dalam jumlah besar," kata Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian danKelautan, Bayu Krisna Murti, dalam jumpa pers tentang pengamanan pasokanpupuk bersubsidi di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta,Jumat (15/12/2006).Data tentang ketersedian pupuk dari Kantor Kementerian Perekonomian menunjukkan, stok pupuk urea pada Desember 2006 memiliki kelebihan sebesar 373 ribu ton atau lebih tinggi dari ketentuan stok aman sebesar 284 ribu. Begitu pula untuk bulan Januari terjadi kelebihan sebesar 343 ribu ton dengan ketentuan stok aman 179 ribu ton. Februari sebesar 247 ribu ton denganketentuan stok aman 178 ribu ton. Maret mengalami kelebihan sebanyak 264ribu ton dengan ketentuan stok aman sebanyak 169 ribu ton.Sementara Deputi IV Menko Perekonomian, Eddy Putra Irawady menjelaskan, bahwa dengan jumlah ketersediaan pupuk tersebut maka stok pupuk dipastikan aman untuk dua hingga tiga bulan kedepan.Eddy menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk, pemerintah bersama produsen pupuk akan membentuk satuan tugas di daerah untuk bisa menjangkau daerah yang mengalami kelangkaan."Jadi nantinya satgas akan langsung meluncur ke lokasi dengan membawa stok pupuk untuk melakukan operasi pasar dengan HET (harga eceran tertinggi)," katanya.Bayu juga menjelaskan, bahwa produsen pupuk pun diminta untuk mengumumkan lokasi-lokasi gudang pupuknya, serta stok yang tersedia di media setempat agar dibaca dan untuk memudahkan petani untuk mendapatkan pupuk."Sehingga pedagang, pengecer yang membutuhkan bisa tau kemana harus mencari," ucap Bayu. (hdi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads