RI Pilih-pilih Debt Swap

RI Pilih-pilih Debt Swap

- detikFinance
Senin, 18 Des 2006 12:34 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia akan lebih selektif dalam setiap program restrukturisasi utang seperti debt swap ataupun haircut. Misalnya saja untuk debt swap atau penukaran utang, tidak akan dilakukan jika tidak terjadi bencana atau kondisi tak normal lainnya.Demikian disampaikan Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu, Rahmat Waluyanto usai penandatanganan program Debt swap dengan Pemerintah Jerman, di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (18/12/2006)."Debt swap tetap akan dilakukan dengan lebih selektif, terukur, dan terencana sehingga tidak merugikan pemerintah di mata publik. Kalau minta dalam keadaan normal, tidak ada bencana, tiba-tiba kita minta, itu kita hindari," ujarnya.Jika pemerintah terus menerus minta penghapusan utang atau penukaran utangnya, maka publik akan menilai pemerintah tidak favourable."Kurang favourable bila Indonesia selalu meminta hair cut. Kita tetap harus memperhatikan kepentingan pemerintah, dan negara donor," ujarnya.Rahmat mengunkapkan, tawaran debt swap, terutama dari negara kreditor dari Paris Club selalu ada."Kita akan pertimbangkan dulu. Untuk debt swap harus dilihat, skemanya harus pruden , dan term and condition-nya juga harus dilihat, jangan sampai merugikan," tuturnya.Menurut Rahmat, debt swap akan dilaksanakan dengan selektif, pertama pada pembiayaan program (non komersial) seperti pencapaian MDGs untuk pengentasan kemiskinan dll.Kedua, untuk mendukung program pengelolaan utang yang prudent dan efisien.Selain dengan Jerman, debt swap juga dilaksanakan dengan Itali sebesar US$ 20 juta dan 5 juta euro. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads