Harga Tinggi, OP Beras Bulog Kurang Diminati

Harga Tinggi, OP Beras Bulog Kurang Diminati

- detikFinance
Senin, 18 Des 2006 14:50 WIB
Jakarta - Operasi pasar (OP) beras yang dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) kurang diminati masyarakat karena harga yang dipatok Rp 4.500 per kilogram (kg) dianggap terlalu tinggi.Meski demikian Departemen Perdagangan (Depdag) menegaskan apabila harga OP dibawah Rp 4.500/kg, justru akan berbahaya pada proses stabilisasi harga."Jadi kita tidak bisa OP pada harga yang sangat rendah karena akan berbahaya pada proses stabilisasi harga, jadi kita akan turunkan harga beras bertahap sampai pada tingkat rata-rata Rp 4.500/kg," tegas Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag, Ardiansyah Parman.Hal itu diungkapkan Ardiansyah, usai konferensi pers pameran produk dalam negeri di Gedung Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (18/12/2006).Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, menurut Ardiansyah, sudah melayangkan surat ke Bulog tentang pedoman OP yang menyebutkan OP bisa dilakukan tanpa menunggu permintaan pemda. "Apabila harga sudah dianggap melebihi batas tertentu yakni Rp 4.500/kg. Tapi proritas utama dilakukan OP apabila harga di daerah tersebut mencapai Rp 5.000/kg karena ini yang harus digandoli terus agar harga ke bawah," kata Ardiansyah.Menurut Ardiansyah, meski OP kurang diminati terbukti OP yang dilakukan di 15 pasar di Jakarta telah menurunkan harga beras dari yang semula Rp 5.000/kg menjadi Rp 4.700/kg."Harga OP dari pemerintah Rp 4.500/kg, tapi harga OP nantinya tergantung permintaan gubernur, kalau gubernur minta pada harga tertentu akan tetap dilakukan karena merekalah yang dianggap yang paling tahu daerahnya," jelasnya"OP akan terus dilakukan sampai harga beras turun, stok kita cukup," tambah Ardiansyah. (arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads