Harga Beras Masih Tinggi, Peluang Impor Terbuka Lebar
Senin, 18 Des 2006 16:00 WIB
Jakarta - Harga beras di sejumlah daerah hingga kini masih terbilang tinggi, meski sudah dilakukan operasi pasar (OP) beras. Untuk menurunkan harga beras peluang impor pun bakal menjadi pilihan."Peluang impor cukup besar, harga sudah sedemikian tinggi soalnya," kata Deputi Menko Perekonomian bidang pertanian dan kelautan, Bayu Krisna Murthi, sebelum mengikuti rakor mengenai paket kebijakan investasi, di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (18/12/2006). Untuk mengambil keputusan jadi tidaknya impor beras ini, pemerintah akan melihat kondisi harga beras pada minggu ketiga atau keempat Januari 2007."Kita sedang sangat memperhatikan keputusan impor tidaknya ini yang menjadi titik titik harga. Nanti kita lihat bagaimana kondisi di minggu ketiga atau terakhir Januari 2007," kata Bayu.Pelaksanaan impor beras yang dimulai dari order sampai beras tiba di Indonesia biasanya membutuhkan waktu sekitar 20 hari. Sementara itu, OP dan pengadaan beras raskin akan tetap dilakukan. Basis OP akan diperbanyak dan diperluas "Untuk OP kita akan melanjutkan, untuk daerah baik yang diminta atau tidak karena peraturannya begitu, kecuali kalau daerahnya menolak untuk OP," kata Bayu.Hingga saat ini sudah ada 10 daerah yang mengajukan OP beras. Menurut Bayu pelaksanaan OP harga beras sudah membuat harga beras turun Rp 200-400 per kilogram.
(ir/qom)











































