Pengoperasian PLTG Pekanbaru Masih Terkendala Teknis
Selasa, 19 Des 2006 16:01 WIB
Pekanbaru - Jadwal pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkekuatan 18 MW di Teluk Lembu, Pekanbaru terus saja molor. Keterlambatan ini terkait masalah teknis, yakni masih diperbaikinya generator pembangkit listrik. Menurut Direktur PT Riau Power Rida K Liamsi kepada detikcom, Selasa (19/12/20006) di Pekanbaru, selaku perusahaan yang akan berkerja sama dengan pihak PLN, pihaknya akan segara mengoptimalkan perbaikan generator pembangkit listrik eks PT Chevron tersebut. "Awal tahun 2007 mendatang, pembangkit listrik di Teluk Lembu sudah dapat kita operasikan guna memenuhi kekurangan daya yang selama ini terjadi di Riau. Sebab, bila tahun depan kita tidak beroperasi, maka secara bisnis kami akan kena denda dari pihak PLN selaku pembeli daya listrik dari PT Riau Power," kata Rida. PT Riau Power dalam hal ini bekerja sama kepada pihak PLN Wilayah Riau selaku pemilik jaringan ke konsumen. Dari segi bisnis, pihak perusahaan hanya melakukan penjualan daya ke PLN dengan harga Rp 230/kw. "Harga yang kita jual relative murah. Karena masalah pembelian gas yang dipasok dari PT Kalila merupakan tanggungjawab pihak PLN. Itu sebabnya, jika tahun 2007 mesin kami belum dapat terselesaikan, kami mendapat denda. mengenakan denda. Sebab, pakai tidak dipakai gas tersebut, PLN harus membayar ke PT Kalila," kata Rida. Rida menjelaskan, berbagai persiapan seperti jaringan ke PLN dan pemasoklan gas dari PT Kalila semuanya sudah terpenuhi. Hanya tinggal perbaikan generator yang masih ditangani tim teknis dari PT Dale Energi. "Generator yang kita pakai ini sebelumnya hibah dari PT Chevron ke pihak Pemprov. Mesin pembangkit ini sudah berusia 20 tahun. Dan sudah 3 tahun tidak pernah dipergunakan lagi. Itu sebabnya, dibutuhkan perbaikan pada bagian generatornya," terang Rida yang mengaku pihaknya sudah menanamkan investasinya Rp 32 miliar.
(cha/qom)











































