Produksi Gas Total E&P Tahun Depan Stagnan
Rabu, 20 Des 2006 09:08 WIB
Balikpapan - Produksi gas Total E&P Indonesie di Blok Mahakam, Kalimantan Timur pada tahun 2006 mencapai 2.640 billion cubic feet per days (BCFD) atau miliar kaki kubik per hari. Diperkirakan produksi gas total akan bertambah tipis atau tetap sama pada tahun 2007 jika dibandingkan pada tahun 2006.Tidak bertambahnya produksi gas Total E&P Indonesie karena ada beberapa lapangan gas milik perusahaan Prancis itu di Blok Mahakam itu terus mengalami penurunan produksi. Untuk mempertahankannya maka pada tahun depan Total akan mengebor sebanyak 118 sumur untuk menjaga produksi agar tetap sama seperti tahun lalu.Penurunan produksi itu terjadi hampir di semua lapangan gas Total seperti Tunu, Tambora dan Peciko. "Penurunan produksi terjadi karena memang cadangannya yang sudah akan habis karena terus dieksploitasi," kata Vice President Drilling, Well Services and Logistic, Darto Sayogyo kepada detikcom di Hotel Le Grandeur, Balikpapan, Selasa malam (19/12/2006).Makanya, untuk menjaga produksi agar tetap memenuhi komitmen dengan pihak buyers maka Total terus membuat sumur baru. "Sebanyak 118 sumur akan kita bor. Kita tidak mungkin menambah produksi dengan membor sumur baru itu, yang sebagian besar berada di Tunu, Peciko dan Tambora," urainya.Darto juga mengungkapkan, pada tahun 2006 Total E&P Indonesia menargetkan membor sebanyak 100 sumur. Namun saat ini sudah sebanyak 120 sumur telah dibor oleh Total E&P Indonesie.Saat ini jumlah sumur gas yang beroperasi milik Total E&P di Blok Mahakam sebanyak 535 sumur. Ratusan sumur yang dikelolanya tidak hanya menghasilkan gas, namun juga memproduksi minyak yang besarnya sekitar 88 ribu barel per hari.Produksi gas Total sebagian besar untuk Kilang LNG Bontang sebanyak 90 persen sedangkan sisanya untuk kebutuhan domestik di Kaltim. Kilang LNG Bontang produksinya untuk memenuhi komitmen dengan pembeli di Jepang, Korea dan Taiwan.
(mar/ir)











































