Kenaikan Harga Beras Mulai Bisa Direm
Rabu, 20 Des 2006 11:59 WIB
Jakarta - Pemerintah mengaku saat ini telah berhasil mengerem kenaikan harga beras dengan terus dilakukannya operasi pasar (OP) beras. Harga beras yang semula naik 5-7 persen sudah turun yang kenaikannya hanya 1-2 persen. Untuk itu OP beras akan terus dilakukan hingga harga beras turun ke level stabil."Kita berhasil mengerem kenaikan harga yang kita pantau pada 13 Desember dan 16 Desember, kita melihat kenaikan paling banyak 1-2 persen (sebelumnya 5-7%). Jadi menurut hemat kita telah berhasil mengerem harga," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.Hal itu diungkapkan Mari, disela-sela acara penganugerahan penghargaan Primaniyarta Award 2006, di Jakarta Convention Center (JCC) Selasa malam (19/12/2006). Menurut Mari, saat ini pihaknya tengah mengevaluasi stok cadangan beras pemerintah yang telah keluar untuk OP beras."Yang penting stok cukup untuk melakukan OP, kita akan mengevaluasi. Dari kacamata pemerintah yang terpenting menjaga kestabilan harga tidak anjlok kebawah dan bergejolak ke atas. Karena kita menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan konsumen tidak membebani, kita harus punya stok cukup," papar Mari.Evaluasi stok beras dilakukan sebagai antisipasi musim panen raya yang terlambat dua bulan karena musim tanam yang mundur sehingga musim paceklik menjadi panjang.Mari menambahkan, pemerintah akan terus menggelar OP beras dengan harapan harga bisa turun seperti sebelum ada kenaikan yang dilakukan secara bertahap.Mengenai naiknya sejumlah harga bahan pokok yang ikut mengekor kenaikan harga beras, diakui Mari, kenaikannya hanya sedikt. Sejauh ini pemerintah melihat harga sembako masih stabil.Mari menjelaskan, kenaikan sembako seperti minyak goreng lebih karena naiknya harga kelapa sawit dunia yang tinggi. Sedangkan kenaikan harga gula karena musim giling telah habis."Tapi sebentar lagi impor gula kan masuk karena kita sudah berikan kuota impor bulan lalu," ujar Mari.
(ir/ir)











































