Rakyat Tercekik Harga Beras, Dirut Bulog Main Ketoprak
Kamis, 21 Des 2006 02:01 WIB
Solo - Sebagian besar rakyat Indonesia saat ini pasti merasakan kenaikan harga beras yang semakin mencekik leher. Di saat krisis bahan pangan tersebut, justru Dirut Bulog Widjanarko Puspojo nanggap ketoprak di rumahnya di Solo. Bahkan dia sendiri ikut main.Pementasan tersebut digelar di rumah pribadi milik Widjanarko di nDalem Joyokusuman, Gajahan, Solo. Pentas yang digelar sejak pukul 21.00 WIB itu baru usai menjelang dinihari.Namun buru-buru Widjanarko memberikan pengertian. Dia khawatir dianggap tidak sensitif. "Kita ingin menyosialisasikan program raskin, jangan dikira bersenang-senang," ujarnya kepada wartawan seusai pementasan, Rabu (20/12/2006) malam.Dia lalu memaparkan bahwa hari ini adalah hari kesetiakawanan sosial nasional yang sangat penting, Bahkan dalam puncak peringatan yang digelar di Solo, Presiden juga menghadirinya. Sedangkan program raskin adalah program yang dijiwai rasa kesetiakawanan."Acara ini kami bersama RRI menyosialisakan raskin yang disiarkan secara langsung sehingga dapat diketahui warga luas. Kami memang ingin menghidupkan terus suasana rembug desa yang berjiwa sosial, yaitu orang bersedia merelakan sebagian haknya utk diberikan orang lain," lanjutnya.Widjanarko mengatakan pihaknya hanya menyediakan rumah sebagai tempat pementasan. Seluruh biaya untuk siaran langsung ditanggung oleh RRI. Namun dia tidak memperinci siapa yang menyuguhi ratusan tamu dan warga yang datang langsung menyaksikan pentas tersebut.Pentas Kethoprak itu sendiri mengambil lakon 'Pangeran Sambernyowo Kridha' yang mengisahkan perjuangan Pangeran Sambernyowo, pendiri dinasti Mangkunegaran, melakukan pemberontakan terhadap Kraton Surakarta yang didukung kekuatan politik dan militer Belanda.Widjanarko berperan sebagai Pangeran Sambernyowo, Dirut RRI Parni Hadi memerankan tokoh Pangeran Mangkubumi. Sejumlah pimpinan RRI lokal di Jatim, Jateng dan Jakarta juga ikut tampil sebagai pemain.Pementasan itu didukung pula dalam Ki Manteb Sudharsono dan Ki Sayoko sebagai pemain. Tampil juga Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi. Sedangkan Bupati Karanganyar Rina Iriani dan Bupati Sragen Untung Wiyono batal tampil karena keduanya berhalangan hadir.Dalam cakapan-cakapan tokoh memang sering diselipkan dialog improvisatif tentang persoalan krisis beras bagi rakyat. Ketika Pangeran Sambernyowo melamar putri Pangeran Mangkubumi misalnya, salah satu syarat yang diajukan adalah mampu menyediakan beras murah bagi rakyat."Saya bersedia ikut main karena saya menilai persoalan raskin ini sangat penting dan saya perlu untuk ikut menyosialisasikannya sendiri secara langsung kepada publik lewat pementasan ini," kata Widjanarko Puspojo.
(aba/aba)











































