SBY Tantang Para Ahli Pangan
Kamis, 21 Des 2006 12:12 WIB
Jakarta - Kelangkaan dan naiknya harga beras setiap tahunnya menjadi tantangan bagi para ahli teknologi pangan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun menantang mereka melakukan inovasi terbaik. "Kalo sawah satu hektar yang tadinya hanya menghasilkan 5,5 ton bisa menjadi tujuh, delapan, sembilan sampai 10 ton, nggak ada cerita kita kekurangan beras. Saya undang putra terbaik bangsa, kita lombakan nanti," kata SBY. Hal tersebut disampaikan SBY dalam sambutan penganugerahaan penghargaan Upakarti dan Rintisan Pengembangan Teknologi Industri 2006, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/12/2006). Penghargaan itu diberikan masing-masing pada 15 orang yang dinilai berjasa mengembangkan industri kecil menegah dan tujuh perusahaan yang merintis dan mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurut Presiden, penghargaan serupa seharusnya juga diperuntukkan bagi para inovator bidang pangan. Terutama untuk temuan varietas baru padi atau teknologi pengolahan tanaman pangan yang efisien untuk meningkatkan produktifitas petani. Tetapi dengan syarat teknologi pengolahan lahan tersebut tidak merusak lingkungan. Demikian juga beras atau tanaman pangan yang dihasilkan pun tidak mengganggu kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. "Yang punya ide itu jangan dicemoohkan, jangan dipinggirkan. Luar biasa kalau itu bisa ditemukan," imbuh SBY.
(lh/qom)











































