BPS Diminta Keluarkan Data Kebutuhan Beras yang Akurat

BPS Diminta Keluarkan Data Kebutuhan Beras yang Akurat

- detikFinance
Kamis, 21 Des 2006 16:26 WIB
Jakarta - Keputusan pemerintah mengimpor beras mendapat dukungan dari sebagian anggota DPR. Namun impor boleh dilakukan jika nyata-nyata terdapat kekurangan beras. BPS pun diminta mengeluarkan data yang akurat."Impor bisa saja dilakukan kalau stok nasional memang nyata-nyata kurang. Untuk itu, sekali lagi BPS harus segera mengeluarkan data evaluasi realisasi produksi dan konsumsi beras yang valid dan akurat," tegas Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Suswono dalam penjelasan tertulisnya, Kamis (21/12/2006). Menurut Suswono, jika faktanya terjadi surplus namun tetap kekurangan beras, ada kemungkinan terjadi penimbunan. "Kalau ini terjadi, langkah yang tepat adalah segera tangkap dan adili orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini," tegasnya.Menanggapi harga beras yang masih saja tinggi, Suswono menduga hal itu merupakan langkah spekulan. "Para spekulan ini memanfaatkan isu mundurnya musim tanam tahun ini. Kalau memang produksi beras lebih besar daripada konsumsi dn Bulog segera menggelar operasi pasar dan menstabilkan harga, saya yakin mereka akan segera mengeluarkan beras mereka ke pasaram," imbuhnya.Suswono yang merupakan anggota DPR dari Tegal ini tengah melakukan pertemuan dengan sejumlah kelompok tani di tengah masa reses. Dari berbagai pertemuannya dengan petani, lanjut Suswono, banyak keluhan tentang rendahnya harga hasil pertanian. Padahal petani tengah terbebani tingginya harga sembako."Kasihan rakyat dan petani kita ini. Mereka sudah jadi tulang punggung pangan nasional, namun mereka ditindas oleh sistem ekonomi dan kebijakan yang tidak pro petani," kritik Suswono. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads