Ekspor 2007 Lebih Konservatif

Wawancara Khusus Mari Pangestu (1)

Ekspor 2007 Lebih Konservatif

- detikFinance
Jumat, 22 Des 2006 10:39 WIB
Ekspor 2007 Lebih Konservatif
Jakarta - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor yang lebih konservatif di tahun 2007. Angka itu berarti lebih rendah dari capaian yang mengesankan di tahun 2006 untuk angka ekspor sebesar 16 persen, atau secara nilai hampir mencapai US$ 100 miliar.Ada beberapa hal yang menyebabkan pemerintah memilih target konservatif itu. Berikut penuturan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam wawancara khusus dengan detikcom di ruang kerjanya, Gedung Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais pada Rabu (20/12/2006) lalu.Bagaimana prospek kinerja ekspor Indonesia di tahun 2007 ?Intinya kita lebih konservatif pertumbuhanya dibanding tahun ini. Sementara kita pakai kisaran 10-12 persen, dengan harapan tentunya bisa lebih tinggi dari itu. Kita konservatif mengingat faktor eksternal tahun depan tidak lebih baik dengan tahun ini. Dan juga kemungkinan harga komoditi akan mengalami penurunan. Dan kalau kita anggap investasi belum benar-benar berlangsung di tahun 2007 itu adalah kendala-kendala yang kita hadapi tahun depan.Kalau kita analisa mau tidak mau yang terjadi di ekspor impor dan investasi indikator yang paling akurat atau riil untuk merekam investasi itu adalah impor dari barang modal dan intermediate goods. Kalau lihat polanya misalnya paruh kedua 2004 sampai 2005 naiknya impor itu tinggi, juga terjadi kenaikan investasi dari angka PDB. Itu berarti terjadi peningkatan investasi tapi lebih banyak ekspansi dari existing company. Investasi baru belum kelihatan terlalu banyak. Itu berarti ada investasi yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas untuk ekspor dan itu kita nikmati di 2005-2006. Tapi dipertengahan tahun ini yang terjadi impor barang modal dan intermediate goods turun ekspornya naik kalau investasi tidak naik maka kapasitas terpasangnya akan mentok. Kita tidak tahu titiknya dimana mudah mudahan di 2007 berlanjut dengan harapan terjadi lagi investasi, sehingga 2008 kapasitas sudah terekspansi ini kuncinya kenapa investasi penting.Faktor ekternalnya harga dan pertumbuhan dimana antara lain yang kita alami di tahun ini dan lalu peningkatan permintaan dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok) dan India untuk beberapa komoditi kita masih tetap tinggi. Seperti kelapa sawit, karet, batubara karena Negara itu pertumbuhan ekonominya 8-9 persen, jadi terus berkembang. Faktor eksternal lain kita anggap sebagai peluang ketika Cina dan Vietnam dimana mereka mulai mengalami hambatan dumping duty untuk sepatu di Eropa kini buyer mencari sumber alternatif. Selain itu, Cina mulai tahun depan menghapus ekspor tax rebate (restitusi pajak) kalau tidak salah 14 persen, karena cina di-pressure oleh surplusnya cadangan devisa yang terlalu besar mencapai US$ 1 triliun. Hal ini akan membuat produk cina lebi mahal daripada harga yang sekarang. Secara terfokus hal itu dilakukan untuk mengurangi ekspor Cina dan meningkatkan pertumbuhan dalam negeri.Bagaimana dengan tuduhan transshipment ?Maka itulah kita amankan perketat SKA ( surat keterangan asal) dan perketat upaya-upaya smuggling.Angka ekspor 2006 dari BPS ada yang bilang itu angka tidak riil ?Yang dimaksud tidak riil itu apa? Apa dalam arti administrative smuggling atau physical smuggling. Kalau administrative smuggling enggaklah, karena volume meningkat padahal ekspor kita peningkatan volumenya naik 24 persen. Ini lebih tinggi daripada peningkatan nilai yang 16 persen. Kecuali yang dianggap tidak riil itu physical smuggling yaitu barang masuk dibungkus terus dikeluarkan lagi.Komoditas yang kira-kira menjadi bintang ekspor 2007 ?Masih produk yang sama di 2006 juga dengan harapan sektor manufacturing seperti TPT dan alas kaki akan lebih baik dan juga electronic. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads