Hipermarket Belum Akan Terlarang

Wawancara Khusus Mari Pangestu (2)

Hipermarket Belum Akan Terlarang

- detikFinance
Jumat, 22 Des 2006 12:15 WIB
Hipermarket Belum Akan Terlarang
Jakarta - Raksasa-raksasa hipermarket bak jamur di musim hujan yang kian mendesak si pedagang kecil. Bak David melawan Goliath, pedagang kecil tak bisa berbuat apa-apa.Dan di tahun-tahun mendatang, pemerintah tampaknya masih enggan untuk menutup keberadaan sang raksasa hipermarket. Apa alasannya?Berikut penuturan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam wawancara khusus dengan detikcom di ruang kerjanya, Gedung Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais pada Rabu (20/12/2006) lalu.Ada tudingan kebijakan Departemen Perdagangan tidak berpihak kepada pedagang pasar tradisional, apa pendapat Anda ?Kita berusaha terus meningkatkan upaya dan keberpihakan kepada pedagang kecil di level pasar tradisional yang intinya bagaimana memperbaiki keadaan dari pasar tradisional secara fisik maupun kemitraan. Intinya, mereka pesaing utamanya minimarket.Beberapa waktu lalu kita dengan Alfamart menginisiasi ide bagaimana kerjasama Alfamart dengan pedagang yang ada di pasar baik dari segi procurement untuk beli barang maupun dibantu diberi asistensi bagaimana mengelola lebih baik. Ide itu sudah berjalan dan diambil alih Meneg UKM karena dia yang punya dana untuk itu.Kalau masalah zonasi pengaturan-pengaturan itu lebih banyak pemerintah daerah. Kita sedang perbaiki dasar hukumnya dan ini ternyata sangat rumit karena ada faktor PU, RTRWK (Rencana Tata Ruang Wilayah Kota). Ini yang sedang kita benahi, jadi ada aspek zonasi, kerangka kemitaran. Kemitraan ini tidak bisa dipaksakan jadi bagaimana mencari jalan kemitraan itu benar-benar efektif..dan apa peraturan yang seharusnya kita miliki supaya tidak terjadi ketimpangan.Ada kemungkinan tidak ada lagi ijin hypermarket tahun 2007 ?Tidak seekstrim itu. Karena berdasarkan pengalaman di negara lain dua-duanya bisa berkembang. Dan segmen untuk pasar traditional masih tetap besar selama kita lihat pendapatan perkapita kita maupun fakta bahwa orang belanja di kedua tempat itu.Carrefour sudah memberi kredit mikro kepada pedagang kecil, apa bentuk kemitraan harus seperti itu ?Setiap daerah dan manajemen toko berbeda beda, jadi kalau kita paksakan satu pola tapi dilapangan tidak jalan juga tidak baik. Jadi lebih baik ada azas kemiitraan tetapi kita katakan kemitraan bisa bermacam macam cara. Seperti menyediakan tempat, fasiilitas kredit, memberi asistensi sehingga caranya tidak kita paksakan. Karena akhirnya siapa yang akan mengatur.Saya lebih baik approach-nya kalau mereka menjalankan kemitraan diberikan reward. Ini yang kita cari polanya. Kita saat ini sedang melakukan survei dan studi sepanjang tahun ini pengaruh dari keberadaan supermarket atau modern market terhadap supplier. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads