Penyaluran Raskin Dipercepat, Harga OP Turun Rp 4.000

Penyaluran Raskin Dipercepat, Harga OP Turun Rp 4.000

- detikFinance
Jumat, 22 Des 2006 18:26 WIB
Jakarta - Badan Urusan Logistik (Bulog) akan menyalurkan beras rakyat miskin (raskin) pada Sabtu 23 Desember 2006. Penyaluran ini terkait dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono."Untuk percepatan pembagian beras untuk masyarakat miskin (raskin) Bulog diminta segera membagikan jatah raskin untuk Januari 2007 pada Desember 2006," kata Dirut Perum Bulog, Widjanarko Puspoyo ketika dihubungi wartawan, Jumat (22/12/2006). Namun hal yang cukup mengganjal kata Widjanarko, pemerintah provinsi belummenetapkan pagu raskin di wilayahnya. Padahal untuk 2007 pagu penerima raskin naik menjadi 15,8 juta kepala keluarga (KK) dari 10,8 juta KK tahun ini."Kami ambil jalan tengahnya dengan memakai data pagu 2006, yakni yang berhak menerima raskin sebanyak 10,8 juta KK. Harga raskin tetap Rp 1.000/kg, tiap KK dapat 10 kg," ujar Widjanarko.Selain menurunkan harga beras OP, mekanisme OP juga diperluas memasuki perkantoran (instansi pemerintah) dengan menjual per paket (3 liter) Rp 10 ribu. Menurut Widjanarko, pemerintah menilai OP beras yang dilakukan dengan harga Rp 4.500/kg belum secara drastis menurunkan harga beras di masyarakat. Meskipun harga beras di pasar sudah terkoreksi antara Rp 100-Rp 300/kg."Kami sampaikan ke Wapres agar terjadi penurunan harga yang cepat, beras OP dijual Rp 4.300/kg. Tapi beliau malah memutuskan diturunkan jadi Rp 4.000/kg. Ya, kami siap," kata Widjanarko.Selain itu, ungkap Widjanarko, pihaknya juga mengintensifkan OP beras dengan menambah sasaran OP. Jika selama ini adalah pasar-pasar tradisional, maka sejak hari ini diperluas ke pemukiman dan instansi pemerintah. "Cara ini agar sasaran OP lebih mengena sehingga harga beras lebih cepat turun," harap Widjanarko.Sementara itu Kepala Divisi Perencanaan Operasi Publik Perum Bulog M Ismet di Gedung Bulog mengatakan, pihaknya tengah melakukan persiapan agar raskin bisa dibagi dalam bulan Desember ini. "Meski pun sebenarnya Desember ini tidak ada lagi penyaluran raskin karena telah berakhir bulan oktober dan baru diadakan kembali Januari 2007," ujar Ismet."Namun, karena tingginya harga beras saat ini pemerintah memutuskan untuk mempercepat penyaluran raskin," katanya.Di samping itu, kata Ismet, sehubungan banyaknya masyarakat yang mengeluhkan tingginya harga beras OP, yang dijual Rp 4.500/kg, maka mulai kemarin, pemerintah menurunkan harga jual beras OP menjadi Rp 4.000/kg."Harga jual itu berlaku di Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Namun, untuk wilayah yang jauh seperti di Papua, harga beras OP bukan Rp 4.000/kg, tapi disesuaikan dengan kondisi setempat," papar Ismet. (arn/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads