Jelang Natal dan Tahun Baru, Depdag Antisipasi Harga Sembako

Jelang Natal dan Tahun Baru, Depdag Antisipasi Harga Sembako

- detikFinance
Sabtu, 23 Des 2006 01:28 WIB
Jakarta - Menjelang perayaan hari raya Natal, Idul Adha 2006, dan Tahun baru 2007. Departemen Perdagangan (Depdag) melakukan sejumlah langkah penting untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan dan menjaga kestabilan harga sejumlah barang pokok di Indonesia."Menjelang perayaan hari raya Natal, Idul Adha dan Tahun baru kami akan memonitor perkembangan harga dan kuantitas barang pokok di Seluruh Indonesia dengan dinas Perindustrian dan Perdagangan," kata Menteri perdagangan saat konferensi pers di Departemen Perdagangan, Jakarta, Jumat (22/12/2006).Hari ini pihaknya mengadakan pertemuan dengan para pelaku usaha/asosiasi untuk membahas dan menindak lanjuti hal-hal yang dianggap penting dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan konsumen sehingga pasokan dan distribusi barang pokok tersebut berjalan lancar.Di DKI jakarta harga kebutuhan barang pokok seperti gula pasir, minyak goreng, sawit, tepung terigu, susu SKM, cabe merah keriting dan bawang merah mengalami kenaikan namun masih dalam batas normal sebesar 0,94 persen sampai 3,13 persen.Sementara itu perkembangan harga di tujuh ibukota provinsi seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Makassar umumnya relatif stabil dan cenderung menurun.Gula pasir merupakan salah satu bahan kebutuhan pokok tercatat mengalami harga tertinggi di Banda Aceh yaitu sebesar Rp 7500 per kg dan harga terendah didapati di Surabaya sebesar RP 6.200 per kg.Pantauan pasokan sayur mayur di Pasar Induk Kramat Jati pada 20 Desember 2006 adalah sebanyak 1.172 ton atau naik 1,74 persen dibandingkan pasokan 19 Desember 2006.Pasokan Beras berdasarkan pantauan di pasar induk beras Cipinang pada tangal 20 Desember 2006 sebesar 1.510 ton atau naik 40,07 persen dibandingkan haris ebelumnya. Sehingga total stok mencapai 43.127 ton dan cukup memenuhi 14 hari.Sementara itu pendistribusian ke pasar-pasar wilayah DKI Jakarta pada 20 Desember sebesar 1.917 ton. (arn/ary)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads