Pengangguran Bertambah Lagi 1,6 Juta Orang Tahun 2007
Rabu, 27 Des 2006 14:35 WIB
Jakarta - Upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan tampaknya makin sulit terwujud. Bahkan di tahun 2007, angka pengangguran terbuka diprediksi akan bertambah 1,6 juta, sementara kemiskinan meningkat 6,7 juta jiwa.Angka itu berdasarkan prediksi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang memperkirakan angkatan kerja 2007 naik 3 juta orang. Angka itu terdiri dari 1,5 juta orang dari kelompok bukan angkatan kerja yang masuk kembali ke angkatan kerja dan 1,5 juta dari tambahan tenaga kerja baru atau fresh graduate. Dengan standar tingkat serapan tenaga kerja sebesar 218.518 orang per 1 persen pertumbuhan ekonomi, maka untuk 6,5 persen pertumbuhan ekonomi di tahun 2007, lapangan kerja yang tersedia hanya 1,4 juta.Dengan demikian, masih ada 1,6 juta pengangguran yang tidak tertampung. Jika ditambah dengan pengangguran tahun 2006, maka total pengangguran terbuka menjadi 12,7 juta orang. "Karena pengangguran sangat erat korelasinya dengan kemiskinan, maka ini akan menaikkan jumlah penduduk miskin di tahun 2007," ujar Kepala Puslit Ekonomi LIPI Maxensius Tri Sambodo dalam jumpa pers prospek perekonomian Indonesia tahun 2007 di Widya Graha LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/12/2006).Angka kemiskinan tahun 2007 diprediksi meningkat sekitar 6,7 juta, sehingga total menjadi 45,7 juta. Max menjelaskan, meningkatnya jumlah penduduk miskin yang disertai meningkatnya PDB mengindikasikan tingkat ketimpangan pendapatan antara kelompok berpenghasilan tinggi dan rendah semakin rendah. Ditambahkannya, fenomena meningkatnya ketimpangan yang dibarengi tingginya angka pengangguran dapat memicu social unrest baik dalam skala lokal maupun nasional. Untuk itu, LIPI memberi beberapa rekomendasi untuk solusi yakni antara lain, pemerintah diminta menciptakan lapangan kerja di pedesaan khususnya di Pulau Jawa seperti pertanian dan perkebunan.Pemerintah juga diminta meningkatkan program transmigrasi dan meningkatkan keterampilan dan kemampuan masyarakat dengan adanya balai latihan kerja.Rekomendasi LIPI secara global untuk perekonomian Indonesia adalah agar pemerintah meningkatkan program ekonomi khusus seperti untuk Batam, karena pertumbuhan Batam yang mencapai 8 persen dianggap luar biasa dan bisa menarik investor dari luar."Sebetulnya, pemerintah sudah punya program-program kerja yang bagus, tinggal dimaksimalkan saja," katanya.
(qom/ir)











































