100% Subsidi KPR/KPRS Ludes
Rabu, 27 Des 2006 16:34 WIB
Jakarta - Terhitung hingga 20 Desember 2006, realisasi penyerapan anggaran subsidi KPR/KPRS telah mencapai 100 persen. Namun anggaran subsidi tersebut yang senilai Rp 252 miliar ternyata masih belum cukup untuk memenuhi total permintaan KPR/KPRS sebanyak 71.409 unit rumah. Akibatnya, baru 63.032 unit rumah yang bisa diselesaikan. Dari total permintaan subsidi KPR/KPRS, sebanyak 70.914 unit rumah berfasilitasi KPR dan 495 unit berfasilitasi KPRS. Total anggaran yang seharusnya ada adalah Rp 256,8 miliar. Sehingga masih ada kekurangan Rp 4,8 miliar."Kekurangan dana subsidi sebesar Rp 4,8 miliar akan kami realisasikan dengan menggunakan pagu anggaran pada 2007," kata Iskandar Saleh, Deputi Bidang Pembiayaan kantor Menteri Negara Perumahan Rakyat.Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers kinerja evaluasi tahun 2006 dan prioritas kerja tahun 2007 di kantor Menpera, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (27/12/2006). Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari bersama sejumlah pejabat eselon I.Selain memberi gambaran tentang kinerja 2006, juga dipaparkan rencana tahun 2007. Total anggaran dari APBN untuk kementerian negara perumahan rakyat tahun 2007 melonjak 23,2 persen, yakni dari Rp 610,38 miliar menjadi Rp 832,65 miliar.Anggaran itu selain untuk KPR/KPRS senilai Rp 300 miliar, juga dialokasikan untuk pengembangan perumahan, pemberdayaan komunitas perumahan dan penyelenggaraan pimpinan kenegaraan dan kepemerintahan. Prioritas kerja tahun 2007 kantor Kementerian Negara Perumahan Rakyat adalah:1. Percepatan pembangunan infrastruktur biaya Rp 299,650 miliar2. Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi Rp 109,654 miliar3. Penanggulangan kemiskinan Rp 92,850 miliar4. Pembangunan daerah perbatasan dan wilayah terisolir Rp 23,550 miliar5. Mitigasi dan penanggulangan bencana senilai Rp 6,950 miliar.
(qom/ir)











































