Target Inflasi Terancam Gempa
Rabu, 27 Des 2006 19:36 WIB
Jakarta - Rentetan bencana alam di sejumlah wilayah Tanah Air beberapa waktu terakhir membuat Menkeu Sri Mulyani ketar-ketir juga. Ia khawatir target inflasi tahunan 2006 di bawah enam persen, tidak tercapai."Kayaknya masih ada harapan. Asalkan tidak dalam jangka panjang, artinya dia (bencana alam) nggak sampai Januari. Moga-moga sifatnya tidak panjang," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan usai rapat kabinet di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (27/12/2006).Putusnya infrastruktur tranpsortasi yang masif akibat bencana alam, apa pun bentuknya, sedikit banyak mempunyai dampak ekonomi. Terganggunya distribusi kebutuhan pokok, menyebabkan naiknya biaya transportasi dan otomatis mendongkrak harga komoditas bersangkutan di lokasi bencana.Menkeu mencontohkan, putusnya jalur tol Porong akibat terendam luapan lumpur panas Lapindo menyebabkan biaya transportasi di Jawa Timur mengalami kenaikan antara 10 sampai 30 persen. Maka bisa dibayangkan implikasi yang timbul akibat bencana banjir di NAD dan Sumatera Utara."Tetapi kalau pengaruhnya hanya satu-dua minggu, biasanya secara rata-rata dalam ukuran BPS. Kan ada siklus komoditinya, jadi tidak akan terkeluarkan langsung atau refleksinya linier begitu. Jadi kalau (kenaikan biaya transportasi) 30 persen, (harga komoditas) tidak akan naik sebesar 30 persen juga," tandas Sri Mulyani.
(lh/bal)











































