Sektor Energi Sumbang APBN 2006 Rp 220,8 Triliun
Kamis, 28 Des 2006 12:12 WIB
Jakarta - Penerimaan negara di sektor energi dan sumber daya mineral selama tahun 2006 mencapai Rp 220,8 triliun. Penerimaan tersebut meningkat 42,17 persen dibandingkan penerimaan pada tahun 2005 yang sebesar Rp 155,3 triliun.Namun jika dibandingkan penerimaan pada tahun 2004 yang sebesar Rp 117,1 triliun kenaikannya sekitar 88,47 persen. Penerimaan negara di sektor ESDM diambil dari penerimaan sektor pertambangan umum dan migas.Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Departemen ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan dalam paparan laporan akhir tahunnya, Kamis (28/12/2006) menyebutkan, peningkatan penerimaan negara yang paling besar didorong oleh sektor minyak dan gas. "Penerimaan negara naik karena harga minyak pada tahun 2006 naik," ujarnya.Penerimaan di sektor ESDM paling besar didominasi oleh penerimaan sektor migas, yang terdiri dari penerimaan dari pajak sektor migas mencapai Rp 41,5 triliun dan bukan pajak sebesar Rp 151,1 triliun. Ditambah lagi penerimaan lain-lain dari migas yang sebesar Rp 7,2 triliun.Sedangkan penerimaan pertambangan umum pada tahun 2006 untuk perpajakan sebesar Rp 14,4 triliun dan penerimaan bukan pajak pertambangan umum berupa iuran tetap, royalti dan penjualan hasil tambang sebesar Rp 6,3 triliun.Jika digabungkan antara sektor pertambangan umum dan migas dari penerimaan pajak sebesar Rp 55,9 triliun. Sedangkan penerimaan negara bukan pajak di sektor pertambangan umum dan migas sebesar Rp 157,5 triliun.Purnomo mengatakan, jika dibandingkan dengan target APBN Perubahan tahun 2006 yang sebesar Rp 217,2 triliun penerimaan negara di sektor ESDM melebihi target sebesar Rp 3,6 triliun atau naik sebesar 1 persen.
(mar/qom)











































