Pemerintah Akui Kemiskinan akan Meningkat di 2007
Kamis, 28 Des 2006 13:16 WIB
Jakarta -
Pemerintah mengakui akan adanya kenaikan angka kemiskinan pada tahun 2007. Proyeksi kenaikan angka kemiskinan itu didasarkan atas waktu sensus kemiskinan dan pengangguran yang dilakukan Februari 2007, yang bertepatan dengan perkiraan terjadinya paceklik.Masa paceklik itulah yang menyebabkan harga beras menjadi tinggi sehingga memberi kontribusi pada angka kemiskinan. "BPS akan melakukan sensus soal kemiskinan dan pengangguran Februari 2007, dimana saat harga beras naik, ini akan menjadi pemicu hasil sensus. Karena pemicu kemiskinan adalah beras," kata Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (28/12/2006).Selain itu, program Subsidi Langsung Tunai (SLT) untuk 19,2 juta KK tidak diberikan lagi pada tahun 2007. Menurut Paskah, hal itu sedikit banyak memberi kontribusi kenaikan angka kemiskinan. Faktor-faktor lain yang akan mempengaruhi angka kemiskinan adalah ketersediaan stok beras dan besar kecilnya penyerapan anggaran pemerintah. "Mungkin kalau penyerapannya bisa langsung 25 persen, pada kuartal I, itu artinya bisa menekan angka kemiskinan dan pengangguran," jelasnya.Oleh karena itu, lanjut Paskah, pemerintah harus melakukan penyerapan anggaran yang lebih cepat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2007 sebesar 6-6,5 persen serta menyiapkan ketersediaan stok beras yang cukup."Itulah hal-hal yang harus dilakukan. Namun yang kita khawatirkan sekarang adalah bencana alam," tandasnya.
(qom/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































