Investasi Tambang Non-Migas Naik 38% 2006
Kamis, 28 Des 2006 14:41 WIB
Jakarta -
Investasi di sektor mineral, batubara dan panas bumi pada tahun 2006 naik sebesar 38 persen dari tahun 2005. Investasi di sektor ini pada tahun 2006 sekitar US$ 1,3 miliar, dibandingkan tahun 2005 yang hanya sekitar US$ 945 juta.Demikian laporan evaluasi kinerja sektor mineral, batubara dan panas bumi yang disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (28/12/2006).Investasi di subsektor pertambangan umum selama tahun 2006 sebesar US$ 1,125 miliar yang terdiri dari kontrak karya (KK) sebesar US$ 778,34 juta, PKP2B sebesar US$ 275,46 juta dan KP BUMN US$ 72,11 juta. "Kenaikan itu didominasi perusahaan KK dan PKP2B yang telah memasuki tahap produksi," ujarnya.Sedangkan untuk investasi di sektor panas bumi pada tahun 2006 sebesar US$ 181,07 juta. Investasi itu terdiri dari Chevron Geothermal Salak sebesar US$ 36,86 juta, Chevron Geothermal Indonesia sebasar 62,40 juta dan Star Energy di Wayang Windu yang sebesar 56,41 juta.Investasi lainnya adalah Bali Energy Ltd sebesar 19,60 juta, PT Pertamina di Kamojang sebesar US$ 2,19 juta, Pertamina di Lahendong sebesar US$ 1,19 juta dan Pertamina di Sibayak senilai US$ 1,69 juta.Selain itu, ada juga kerjasama Indonesia dan Cina untuk proyek Coal Energy dan Chemical Development in Indonesia di Kunming, Cina. Investasinya sebesar US$ 1 miliar.
(mar/qom)










































