SBY Kurangi Tamu dan Perjalanan
Kamis, 28 Des 2006 19:10 WIB
Jakarta - Memasuki tahun ketiga pemerintahannya, Presiden SBY benar-benar ingin berbenah. Segala hal yang kerap menjadi sorotan publik dua tahun terakhir akan dikaji ulang.Seperti perjalanan kerja ke luar negeri yang dinilai terlalu sering, dan keluhan sejumlah pihak yang mengaku sulit menemui secara resmi, tapi di satu sisi terlalu banyak menerima tamu tidak penting."Tahun 2007 presiden fokus pada hal-hal fundamental dan mendesak pokok bagi bangsa dan negara. Karenanya akan mengurangi acara seremonial," kata Mensesneg Yusril Ihza Mahendra di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/12/2006).Yusril memaparkan, penerimaan tamu maupun permintaan audiensi lebih diperketat lagi seleksinya. Contohnya tamu-tamu presiden dari organisasi keagamaan akan diterima oleh menteri agama.Sedangkan untuk rencanya kunjungan dinas ke luar negeri, prioritasnya akan dikaji lagi lebih mendalam. Hanya kunjungan kerja atau kenegaraan yang punya kepentingan strategis yang akan dilaksanakan."Diputuskan perjalanan ke luar negeri maupun menerima tamu negara akan diseleksi dan dicarikan prioritasnya," kata Yusril.
(lh/sss)











































