Antam Targetkan Produksi Nikel 21 Ribu Ton 2007

Antam Targetkan Produksi Nikel 21 Ribu Ton 2007

- detikFinance
Minggu, 24 Des 2006 15:48 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang pada tahun 2007 targetkan produksi feronikel meningkat dari tahun sebelumnya menjadi sekitar 21.000 ton. Produksi itu naik sekitar 7.000 ton dari produksi tahun ini yang mencapai 14.000 ton per tahun. Sementara produksi emas dan tembaga tetap sama dengan tahun sebelumnya karena hingga kini belum ditemukan tambang yang baru untuk kedua produk tersebut."Peningkatan produksi tersebut sejalan dengan mulai beroperasinya pabrik feronikel unit III (Feni III) di Pomala, Sulawesi Tenggara," kata Direktur Operasi PT Aneka Tambang (Antam), Alwin Syah Loebis, kepada wartawan, saat menghadiri acara Antam Berbagi 2006 yangmenghadirkan sejumlah siswa sekolah dasar yang berasal dari lokasi tambangnya di Sentul, Bogor, Minggu (24/12/2006).Dalam acara itu Antam menggelar program sosial yang tujuannya untuk membekali generasi muda dalam pendidikan. Program sosial di bidang pendidikan bagi anak-anak sekolah diikuti 500 anak dari kawasan Tanjung Barat Jaksel, Pulogadung Jaktim, dan Pongkor Bogor.Menurut Alwin Syah, produksi feronikel memang sengaja dipacu agar dapat memanfaatkan momentum pasar feronikel dunia yang masih akan bersinar pada tahun depan. "Jika tahun 2005 produksinya masih sekitar 7.000-an ton, tahun ini naik dua kali lipat dan tahun depan menjadi tiga kali lipatnya karena pabrik peleburan nikel atau Feni III telah beroperasi," katanya.Mengutip hasil riset lembaga analis komoditas pertambangan independen Brookhunt, Alwinsyah mengatakan bahwa pasokan feronikel dunia tahun depan masih akan mengalami keterbatasan. Hal itu disebabkan oleh tertundanya dua proyek pertambangan milik produsen nikel utama dunia, yakni proyek Inco International di New Caledonia dan proyek BHP Billiton di Rapenphorpe, Australia. "Kedua proyek nikel besar itu semula dijadwalkan masuk ke pasar pada tahun 2006 atau 2007," katanya.Sementara di sisi lain, permintaan feronikel, sebagai bahan baku pembuatan baja anti karat (stainless steel), terutama di Cina terus naik. Sehingga ada kekurangan pasokan feronikel di pasar internasional saat ini. Kondisi demikian, memberikan keuntungan bagi PT Antam yang kebanjiran permintaan feronikel dari konsumennya di luar negeri terutama dari Korea Selatan, Taiwan, Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya.Kelangkaan pasokan tersebut, menurut Alwinsyah, juga berdampak pada membaiknya harga feronikel dunia saat ini yang sepanjang tahun 2006 rata-rata mencapai US$ 9,5 per pon. "Bahkan tahun depan diperkirakan akan naik lagi menjadi rata-rata US$ 9,8 per pon," ujarnya. (mar/mar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads