Perdagangan Terakhir 2006, Harga Minyak di Level US$ 60

Perdagangan Terakhir 2006, Harga Minyak di Level US$ 60

- detikFinance
Jumat, 29 Des 2006 11:54 WIB
Singapura - Di hari terakhir perdagangannya selama tahun 2006, harga minyak kembali stabil setelah sempat melonjak akibat merosotnya cadangan Amerika Serikat (AS).Pada perdagangan Jumat (29/12/2006) di Singapura, kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman Februari turun 20 sen ke level US4 60,33 per barel.Amerika Serikat (AS) mengumumkan cadangan minyaknya melorot. Pengumuman AS itu membuat harga minyak mentah dunia langsung melonjak. Kenaikan harga minyak masih akan berlangsung hingga tahun depan.Departemen Energi AS dalam laporan mingguannya menyatakan, cadangan minyak mereka melorot hingga 8 juta barel sehingga menjadi 321 juta barel. Cadangan minyak itu turun karena pengaruh cuaca di Teluk Meksiko yang membuat keterlambatan pengiriman minyak sehingga menyebabkan kilang-kilang AS mengalami penurunan produksi. Harga minyak jenis light sweet crude untuk kontrak bulan Februari pada penutupan perdagangan Kamis (28/12/2006) naik 16 sen sehingga menjadi US$ 60,50 per barel di pasar New York Mercantile Exchange (NYMEX). Di London minyak jenis brent naik 37 sen sehingga menjadi US$ 60,89 per barel. "Ke depan harga minyak mentah akan naik lagi lebih sedikit," kata Michael Davies, analis dari Sucden seperti dikutip AFP, Jumat (29/12/2006).Badan Cuaca AS menyebutkan, permintaan minyak pemanas di AS akan meningkat sekitar 23 persen seiring mulai masuknya musim dingin. Namun pada perdagangan hari ini, sentimen merosotnya cadangan minyak AS telah dikesampingkan. Para pialang menyadari bahwa turunnya cadangan minyak berhubungan dengan masalah pengapalan. (mar/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads