Dirut Pertamina Bantah Proyek Bensin Tanpa Timbal Merugikan
Jumat, 29 Des 2006 14:05 WIB
Jakarta - Dirut Pertamina Ari Soemarno membantah proyek high octane mogas component (HOMC) atau yang biasa disebut bensin tanpa timbal telah merugikan negara. "Nggak, bagaimana bisa saya dibilang merugikan negara," kata Ari Soemarno usai salat Jumat di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (29/12/2006).Sebelumnya kalangan DPR menilai proyek HOMC atau bensin tanpa timbal dilaksanakan tanpa persetujuan DPR. Proyek ini dituding menjadi penyebab berkurangnya dividen Pertamina.Dividen Pertamina diperkirakan turun dari Rp 11,9 triliun pada tahun 2006 menjadi Rp 6 triliun pada tahun 2007.Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo bahkan mengaku tak pernah mengetahui apakah proyek HOMC itu dilakukan lewat tender atau tidak. "Saya belum pernah dengar tender pengadaan HOMC dan DPR belum pernah menyetujui itu," kata Dradjad beberapa waktu lalu.Dradjad mengungkapkan, pada tahun 2006 HOMC mengakibatkan pembengkakan biaya produksi dan pengurangan gross marjin hingga Rp 6 triliun sehingga diperkirakan pada tahun 2007 HOMC bisa menambah biaya Rp 10-16 triliun. Dengan kewajiban pengembalian rasio sebesar 46,46 persen maka dividen Pertamina akan berkurang sekitar Rp 5 triliun.Menurut Ari, proyek HOMC adalah program Pertamina untuk membuat bensin tanpa timbal dan ramah lingkungan. "Saya akan membuat BBM yang ramah lingkungan. Kok dibilang merugikan negara," komplain Ari.Dalam kesempatan itu, Ari juga menegaskan, Pertamina tidak akan menaikkan harga elpiji pada tahun depan. Harga elipiji untuk ukuran 12 kilogram ataupun untuk industri akan tetap seperti harga yang berlaku saat ini, yakni Rp 4.250 per kilogram untuk ukuran 12 kilogram dan Rp 5.071 per kilogram untuk industri.
(mar/nrl)











































