Ekspor RI Capai US$ 91,19 Miliar

Januari-November 2006

Ekspor RI Capai US$ 91,19 Miliar

- detikFinance
Selasa, 02 Jan 2007 17:10 WIB
Jakarta - Kinerja ekspor Indonesia selama Januari sampai November 2006 cukup memukau. Nilai ekspor hingga November 2006 mencapai US$ 91,19 miliar, dan diperkirakan menembus US$ 100 miliar untuk sepanjang 2006.Untuk mencapai ekspor US$ 100 miliar, hanya dibutuhkan ekspor Desember sebesar US$ 8,8 miliar. Berdasarkan statistik, ekspor Desember selalu lebih tinggi dibandingkan November. Padahal untuk ekspor November saja mencapai US$ 8,92 miliar. "Untuk tembus 100 miliar dolar kita perlu 8,8 miliar dolar lagi, dari pengalaman tahun 1997 hingga 2005 menunjukkan ekspor Desember biasanya lebih tinggi dari November," kata Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan dalam penyampaian angka inflasi bulanan di kantor BPS, Jalan Sutomo, Jakarta, Selasa(2/1/2007).Dikatakan Rusman, rekor US$ 100 miliar tersebut tentunya harus menunggu angka realisasi dari ekspor bulan Desember 2006, apakah memang benar-benar dapat lebih dari angka ekspor November 2006."Saya tidak akan katakan apakah bisa capai 100 miliar, anda bisa baca sendiri, apakah dapat tembus di 100 miliar," ujar Rusman.Rusman menambahkan, untuk ekspor nonmigas November mencapai US$ 7,17 miliar atau naik 36,07 persen dibanding November 2005. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar terjadi pada bijih, kerak dan abu logam sebesar US$ 191,2 juta.Dan untuk negara tujuan ekspor nonmigas terbesar di November adalah Jepang dengan US$ 1,2 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 842,4 juta dan Singapura US$ 661,3 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,28%. Untuk ekspor Uni Eropa dengan 25 negara sebesar US$ 1,1 miliar.Untuk nilai impor November 2006 mencapai US$ 5,86 miliar atau meningkat 30,3% dibanding oktober 2006 yang sebesar US$ 4,49 miliar. Dan secara kalender Januari-November 2006 impor mencapai US$ 56,06 miliar atau meningkat 6,14% dibanding periode sama 2005 sebesar US$ 52,81 miliar.Menurut golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Januari November 2006 meningkat masing-masing sebesar 4,64% dan 5,53% dibanding periode yang sama 2005. Selain itu untuk barang modal juga mengalami peningkatan sebesar 10,36%. (hdi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads