Inflasi Perlu Terus Diwaspadai

Inflasi Perlu Terus Diwaspadai

- detikFinance
Selasa, 02 Jan 2007 22:03 WIB
Jakarta - Inflasi masih perlu diwaspadai, meskipun realisasi inflasi 2006 mencapai 6,6 persen di bawah target pemerintah dalam APBN-P 2006. Pemerintah menilai inflasi masih tinggi.Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/1/2007)."Inflasi 2006, realisasi 6,6 persen. Meskipun di bawah target 8 persen, buat kami itu perlu terus diwaspadai. Karena seperti anda tahu, untuk 2007, APBN kita menggunakan referensi di level inflasi sebesar 6,5 persen. Jadi ini sangat tight," ujar Sri Mulyani.Setiap melesetnya 1 digit inflasi, lanjut Sri Mulyani, akan mempengaruhi suku bunga nominal dan mempengaruhi pengeluaran pemerintah untuk pengeluaran suku bunga."Aapalagi sekarang, inflasi kita lebih menggunakan sumber pembiayaan dalam negeri, dalam bentuk SUN berdenominasi rupiah, yang setiap saat lebih sensitif terhadap inflasi, meskipun kita lebih banyak mengeluarkan dalam bentuk fix rate," ujarnya.Kenaikan sektor bahan makanan mendorong inflasi 3,2 persen, sementara makanan jadi 1,1 persen. Menkeu menganggap dorongan itu luar biasa tinggi."Walaupun kita tahu pada bulan Desember biasanya memang inflasi karena adanya faktor Natal dan Tahun Baru. Bahkan ditambah Idul Adha, itu bisa menimbulkan yang disebut pressure demand seasonal atau musiman. Tapi saya rasa seharusnya kita bisa menjaga pada level yang bisa lebih rendah," ujarnya.Untuk itulah pada tahun 2007, Bank Indonesia (BI) sudah memberikan peringatan bahwa inflasi yang berasal dari demand pressure akan menjadi perhatian, terutama yang dikaitkan proyek infrastruktur yang mulai berjalan."Itu semuanya akan menimbulkan demand activity di dalam ekonomi, yang kalau tidak dikombinasikan dengan supply side-nya akan bisa menimbulkan tekanan pada inflasi 2007," tambahnya. (ddn/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads