Ari: Privatisasi Pertamina Isu Sensitif
Rabu, 03 Jan 2007 10:51 WIB
Jakarta - Tiga tahun lalu sempat terdengar rencana Pertamina untuk menjadi perusahaan terbuka. Namun bagi Pertamina proses IPO ternyata tidak segampang perusahaan lain.Dirut Pertamina Ari H Soemarno menegaskan, Pertamina yang merupakan perusahaan penguasa hajat hidup orang banyak terutama untuk komoditas minyak dan gas, masih memerlukan waktu panjang untuk IPO. "Privatisasi Pertamina itu isu yang sensitif, dan memerlukan persiapan yangmatang. Yang kita lakukan adalah membawa Pertamina ke kondisi bahwa Pertamina bisa di IPO, sekarang kan nggak bisa, laporan keuangan nggak ada, kondisi infrastruktur belum memadai. Kita penuhi syarat itu dulu sehingga bisa menjadi institusi yang murni," kata Ari dalam wawancara khusus detikcom, Selasa (2/1/2007).Ari menjelaskan, untuk urusan IPO perusahaan pelat merah ini sepenuhnya adalah keputusan pemerintah, yang harus juga dilihat tujuannya untuk apa."Itu kita serahkan pada pemegang saham. Kita usahakan agar Pertamina bisa menjadi suatu institusi bisnis yang memenuhi seluruh syarat-syarat layak di IPO," lanjut Ari.Saat ini, ungkap Ari, yang bisa dilakukan Pertamina adalah menerbitkan obligasi dengan terlebih dahulu menyelesaikan laporan keuangan tiga tahun terakhir. Mulai tahun buku 2006, kata Ari, laporan keuangan Pertamina diharapkan bisa keluar teratur."Kita sudah mulai rencana kerja anggaran tepat waktu. Kalau dulu baru disetujui bulan Februari," katanya.Mengenai kemungkinan privatisasi anak usaha, menurut Ari, itu adalah bagian dari restrukturisasi.Pertamina memiliki 15 anak perusahaan yang mengusai beragam sektor selain minyak dan gas. Anak usaha itu seperti perusahaan penerbangan Pelita, perhotelan Patra jasa, rumah sakit."Sekarang kita memang sedang memilah-milah. Yang tidak berhubungan langsungdengan minyak akan kita lepas, restrukturisasi atau investasi. Tergantung situasi. Karena visi kita adalah menjadi perusahaan migas terintegrasi yang bergerak di hulu dan hilir dan juga mengelola usaha yang terkait langsung," kata Ari.
(ir/qom)











































