Walah! 70% Anggaran Pendidikan 2007 Habis Untuk Birokrasi

Walah! 70% Anggaran Pendidikan 2007 Habis Untuk Birokrasi

- detikFinance
Rabu, 03 Jan 2007 13:30 WIB
Jakarta - Malangnya nasib dunia pendidikan Indonesia. Sudah dananya minim, eh...sebagian besar ternyata habis untuk birokrasi. Dari total anggaran pendidikan dalam APBN 2007, ternyata 70 persennya justru habis untuk birokrasi. Sementara 10 persen digunakan untuk biaya lain-lain. Artinya, hanya sekitar 20 persen yang diperkirakan menyentuh langsung ke publik.Padahal anggaran pendidikan dalam RAPBN 2007 hanya 6,9 persen atau sekitar Rp 51,3 triliun, dari yang seharusnya 20 persen. Dana tersebut diperuntukkan bagi Depdiknas dan Depag.Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Analisis dan Kajian Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Yenny Sucipto dalam jumpa pers dikantornya, Jalan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (3/1/2007).Dari total dana pendidikan sebesar Rp 51,3 triliun itu, Rp 44 triliun masuk di Depdiknas. Dari jumlah tersebut, hanya Rp 7,5 triliun yang dialokasikan untuk Tugas Pokok dan Fungsi atau hal-hal yang berkaitan langsung dengan masyarakat seperti rehabilitasi sekolah, pemberantasan buta aksara, beasiswa dll. Sedangkan Rp 4,8 triliun untuk membayar gaji dan tunjangan, Rp 2,7 triliun untuk biaya perkantoran seperti ATK serta sarana dan prasara. Yang terbesar Rp 29 triliun untuk birokrasi seperti diklat pegawai dan administrasi kepegawaian. "Jadi walaupun anggaran 20 persen untuk pendidikan itu terpenuhi, tapi kalau sistem pengalokasisn tidak berubah, dampaknya tidak akan terasa di masyarakat," tegas Yenny.Sedangkan untuk anggaran kesehatan tidak beranjak dari 2 persen dari total anggaran di RAPBN 2007. Walaupun nominalnya naik 14,2 persen dari tahun 2005. Yenny juga memperkirakan, pembagian dana kesehatan ini tidak jauh berbeda dengan dana pendidikan. "Karena format rencana kerja anggaran kementerian dan lembaga hampir sama dengan departemen-departemen lain seperti Diknas. Jadi diperkirakan komposisinya akan lebih besar masuk untuk birokrasi," jelasnya. (qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads