Rugi BUMN 2006 Menurun Drastis

Rugi BUMN 2006 Menurun Drastis

- detikFinance
Rabu, 03 Jan 2007 16:53 WIB
Jakarta - Kerugian yang dialami perusahaan BUMN tahun 2006 mulai berkurang. Jika tahun 2005 BUMN yang rugi mencapai Rp 6 triliun, maka tahun 2006 BUMN kerugian diperkirakan hanya Rp 1,959 triliun.10 BUMN penyumbang rugi terbesar tahun 2006 adalah yakni PT PLN Rp 1,032 triliun, Garuda Indonesia Rp 248 miliar, Merpati Nusantara Airline (MNA) Rp 215 miliar, PT Pelni Rp 122,858 miliar, Krakatau Steel Rp 97,5 miliar, PT Rukindo Rp 32,245 miliar, PT Brantas Abipraya Rp 22,847 miliar, PT Perkebunan Nusantara I Rp 21,066 miliar, IT Industri Gelas Rp 21,039 miliar, dan PT Pindad mengalami kerugian Rp 14,212 miliar. Sisa kerugian sekitar 100 miliar disumbang oleh 31 BUMN lainnya."PLN tahun lalu ruginya Rp 4,9 triliun sekarang 1,032 triliun, Garuda dan seterusnya menurun kerugiannya dibanding tahun sebelumnya. Juga MNA, Pelni, Krakatau Steel masih rugi tetapi Insya Allah pada akhir 2006 akan ada perubahan," ujar Menneg BUMN Sugiharto dalam jumpa pers mengenai kinerja Kementrian BUMN tahun 2006 di Ruang Banda, Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (3/1/2007).BUMN UntungSemnetara hingga semester 1 2006 ada 10 BUMN yang mencatat laba terbesar mencapai Rp 25,5 triliun, dari total laba keseluruhan BUMN yang mencapai Rp 28,9 triliun.10 BUMN itu yakni PT Pertamina Rp 12,677 triliun, PT Telkom Rp 5,8 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp 2,088 triliun, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Rp 1,1 triliun, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Rp 837 miliar, PT Bank Mandiri Rp 815 miliar, PT Semen Gresik Rp 663,448 miliar, PT Jamsostek Rp 634,6 miliar, PT Antam Rp 515,2 miliar dan PT Pelindo II Rp 445 miliar.Sugiharto berharap PT Pertamina akan mencetak laba hampir 2 kali lipat pada akhir tahun 2006 menjadi Rp 23 triliun. "Keuntungan yang sangat dramatis, akan berpengaruh pada BUMN keseluruhan," ujarnya. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads