Tradisi Inflasi Tahunan RI 6%
Kamis, 04 Jan 2007 16:08 WIB
Jakarta - Angka inflasi tahunan Indonesia rata-rata ada di level 6 persen. Sehingga pencapaian inflasi 2006 yang sebesar 6,6 persen bukan sesuatu yang mengejutkan Inflasi tahun 2006 memang lebih rendah dari inflation targeting Bank Indonesia (BI) dan target APBN-P 2006 sebesar 8 persen. Tapi level 6 persen dinilai memang sudah menjadi angka inflasinya Indonesia. "Saya kira kalau pada level itu saja, barangkali inflasinya Indonesia sekarang ini," kata Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah, dalam jumpa pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (4/1/2007). Dijelaskan Burhanuddin, selama empat tahun terakhir rata-rata inflasi Indonesia di kisaran 6 persen. Tercatat tahun 2003 sebesar 5,6 persen, tahun 2004 sebesar 6,4 persen, dan tahun 2006 sebesar 6,6 persen. Hanya di tahun 2005 saja angka inflasi melonjak tajam hingga 17 persen karena ada kenaikan harga BBM. Untuk inflasi inti yang juga berkisar di 6 persen, Burhanuddin menilai, masih terlalu tinggi karena seharusnya dibawah itu. "Inflasi inti itu harus bisa kita bawa turun ke bawah dengan mengubah ekspektasi yang ada di masyarakat, itulah yang dimaksud inflation targeting framework," kata Burhanuddin.Sementara Deputi Gubernur BI, Hartadi A Sarwono menilai, rendahnya inflasi 2006 yang dibawah target patut disyukuri, karena dapat dijadikan model pengendalian inflasi di tahun-tahun berikutnya.Untuk tahun 2007, BI menargetkan inflasi sebesar 6 persen plus minus 1 persen dan tahun 2008 sebesar 5 persen plus minus 1 persen.
(ir/qom)











































