Produksi Rokok Tumbuh 2% 2007

Produksi Rokok Tumbuh 2% 2007

- detikFinance
Jumat, 05 Jan 2007 10:18 WIB
Jakarta - Produksi rokok diprediksi tumbuh 1,5-2 persen pada tahun 2007, yakni dari 223 miliar batang pada 2006 menjadi 226,9 miliar batang pada tahun 2007. Kenaikan ini dipicu bertambahnya industri rokok skala kecil di Jawa Timur dan Jawa Tengah serta adanya perusahaan besar menambah investasi.Diperkirakan penambahan produksi ini menyerap 10 juta tenaga kerja langsung maupun tak langsung ke industri rokok. "Pada tahun 2005 industri kecil yang memiliki nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC) ada 2.941, sedangkan data November 2006 bertambah menjadi 3.860 di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan produksi 4,6 miliar batang dan memiliki share sekitar 2 persen," ungkap Direktur Industri Minuman dan Tembakau Deperin Imam Haryono dalam perbincangannya dengan detikcom di Jakarta, Kamis (4/1/2007). Menurut Imam, peningkatan konsumsi ikut memicu investasi tambahan di sektor ini. Salah satunya yang telah merealisasikan perluasan pabriknya pada tahun ini antara lain PT HM Sampoerna dengan nilai sekitar Rp 2,8 triliun sejak pada semester II/2006. "Selain itu masih rendahnya utilitas produksi yang masih berkisar 50%, padahal kapasitas produksi pabrik di Indonesia bisa mencapai 500 miliar batang," tambah Imam. Berdasarkan rekap Departemen Perindustrian pada tahun 2005. Perusahaan dengan produksi diatas 2 miliar batang ada 6 perusahaan yakni Gudang Garam 57,2 miliar batang (26,05 persen), HM Sampoerna 45,69 miliar (20,76 persen), Djarum 35,93 miliar batang (16,32 persen), Philip Morris 7,47 miliar batang (3,39 persen), Nojorono 6,48 miliar batang (2,94 persen) dan PT. BAT 4,36 miliar batang (1,98 persen). Sedangkan kapasitas produksi antara 500-2 juta batang ada 18 perusahaan dengan produksi 26,78 miliar batang dengan total share 12,2 persen. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads