Setelah Diduduki Massa, Lapangan Gas Pagerungan Diperbaiki
Senin, 08 Jan 2007 18:18 WIB
Jakarta - Setelah diduduki massa sekitar 1.000 orang, lapangan gas Pagerungan milik EMP Kangean akan segera diperbaiki. Diharapkan dalam waktu 4-5 hari lagi, lapangan gas itu sudah bisa beroperasi.Menurut Direktur PT Energi Mega Persada Tbk Faiz Shahab usai rapat di Departemen ESDM, Jakarta, Senin (8/1/2007), perbaikan itu sekalian dilakukan setelah lapangan Pagerungan berhenti beroperasi karena diduduki massa."Jadi ada hikmahnya. Kita akan mulai turn around, ya kira-kira perlu beberapa hari," ujarnya.Menurut Faiz, pemeliharaan fasilitas di lapangan Pagerungan itu merupakan hal yang rutin. Sedianya, turn around itu baru dilakukan pada Februari mendatang. "Itu biasanya dilakukan reguler. Sekarang kita sesuaikan waktunya. Adanya demo membuat kita melakukan turn around termasuk pre-auction dengan menyetop pabrik," jelasnya. Setelah dilakukan perbaikan selama 4-5 hari, lanjut Faiz, diharapkan lapangan Pagerungan bisa kembali berproduksi secara bertahap. "Kita mulai lagi bertahap. Mungkin hari pertama mulai berproduksi, tapi dengan level yang lebih rendah," katanya. Yang pasti, lanjut Faiz, berhentinya operasi lapangan Pagerungan akan mengganggu likuiditas EMP. "Gangguan akan juga mengganggu likuiditas. Kalau kita tidak berproduksi, volume gas yang mestinya kita produksi sesuai kontrak akan berkurang," jelas Faiz tanpa merinci angka kerugiannya.Mengenai pendudukan oleh penduduk sekitar, Faiz mengungkapkan bahwa sebagian massa sudah berangsur-angsur pergi. "Mereka pada dasarnya masuk dengan cara-cara damai. Terakhir itu sudah banyak yang di luar. Tapi tentu ada beberapa yang masih di sana, yang masih menunggu tim ke sana," ungkapnya.Menurut Faiz, pendudukan itu terjadi karena masyarakat kurang informasi soal bagi hasil. "Kalau kita lihat mereka menuntut hal-hal yang berkaitan dengan pemerintah daerah. Bagi hasil itu kan sesuatu yang sudah baku, nggak usah disebut lagi bagi hasil itu sudah baku. Sudah ada aturannya. Mereka cuma kurang info saja," ujarnya.EMP Kangean akan melakukan berbagai usaha untuk memenuhi tuntutan sesuai dengan program community development (comdev)."Mungkin tuntutan mereka tentang Comdev itu sudah, tinggal dijelaskan. Sekarang kita cooling down dulu, setelah itu besok kita akan bicara," ujarnya.EMP akan meminta BP Migas sebagai regulator untuk menengahi perselisihan dengan warga tersebut. "Mana mungkin EMP mengambil peran BP Migas," tandasnya.
(qom/nrl)











































