Swasembada Beras Harus, Impor Jalan Terus

Swasembada Beras Harus, Impor Jalan Terus

- detikFinance
Senin, 08 Jan 2007 20:39 WIB
Jakarta - Swasembada beras harus, sementara impor jalan terus. Demikian prinsip pemerintah untuk mempertahankan stabilitas pangan nasional. Meski kelak kebutuhan pangan nasional bisa dipenuhi sepenuhnya dari dalam negeri, belum tentu keran impor beras seketika ditutup. "Swasembada bukan berarti tidak ada impor. Kita masih impor untuk keperluan lain. Detailnya tanya ke perdagangan (Departemen Perdagangan)," ujar Mentan Anton Apriantono, menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya seusai rapat kabinet terbatas di Kantor Departemen Pertanian, Jakarta, Senin (8/1/2007). Hasil rapat kabinet sore ini ada peningkatan target produksi beras nasional 2007 sebesar dua juta ton. Bila taget tersebut tercapai, itu berarti jumlah produksi beras nasional tahun ini akan mencapai 36 juta ton. Tapi hal ini bukan jaminan bahwa beras yang diimpor akan dikurangi jumlah setidaknya sebanding dengan penambahan yang terjadi. Menurut Mentan, sejak 2004 sebenarnya Indonesia telah mencapai swasembada beras. Tapi rentetan bencana alam yang minimpa sejumlah daerah di tanah air dalam kurun waktu dua tahun terakhir ikut menggerus jumlah cadangan beras nasional secara signifikan. Padahal jumlah cadangan beras nasional minimal satu juta ton tidak hanya untuk keperluan sosial. Tetapi juga menjaga stabilitas harga komoditas itu di pasaran melalui mekanisme operasi pasar dan menjalankan program subsidi beras duntuk rakyat miskin (raskin). Bebarapa menit sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga ditanya mengenai hal itu. Presiden menegaskan bahwa impor beras merupakan langkah terakhir yang terpaksa ditempuh demi menjaga stabilitas harga beras di pasaran agar tetap berada pada tingkat yang terjangkau khususnya oleh golongan ekonomi lemah."Saya kira ini pertanyaan yang sudah sering kali ditanyakan, jadi sebaiknya tak perlu ditanyakan terus berulang kali," tandas dia. (lh/asy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads