52 Perusahaan Investasi Biofuel US$ 12,4 Miliar
Selasa, 09 Jan 2007 10:57 WIB
Jakarta - Sebanyak 52 perusahaan akan berinvestasi di bidang pengembangan bahan bakar nabati (BBN). Total investasi yang ditanamkan mencapai US$ 12,4 miliar atau sekitar Rp 111,6 triliun.Dana itu akan digunakan untuk pengembangan bahan bakar nabati dari mulai pengembangan perkebunan hingga pembanguan pabrik BBN.Jumlah itu belum termasuk pembiayaan kredit dari perbankan nasional sebesar Rp 25 triliun untuk petani plasma yang memperoleh subsidi bunga kredit.52 perusahaan itu terdiri dari 14 perusahaan luar negeri, 23 perusahaan dalam negeri, dan 15 BUMN. Dewan Koperasi Indonesia, 3 LSM, 2 universitas yakni IPB dan ITB, serta 3 badan penelitian yakni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT), Balitbang DESDM, juga akan ikut bekerja sama dengan beberapa Pemda."Upaya semua pihak ini diharapkan dapat menggerakkan sektor riil, dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran," ujar Ketua Timnas Pengembangan BBN Al Hilal Hamdi dalam sambutannya saat penandatanganan nota kesepahaman di Departemen ESDM, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (9/1/2007).Perjanjian ini merupakan implementasi dari kebijakan pengembangan biofuel sebagai energi alternatif sesuai Perpres No 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional yang menargetkan pada tahun 2000-2025 sebesar 5 persen kebutuhan energi nasional harus dapat dipenuhi melalui pemanfaatan biofuel.
(ddn/ir)











































