Dekopin: Program BBN Harus Naikkan Pendapatan Masyarakat
Selasa, 09 Jan 2007 13:14 WIB
Jakarta - Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) yang dicanangkan pemerintah, harus mampu mendorong pendapatan masyarakat, dan bukan hanya untuk meningkatkan produksi bahan bakar alternatif. Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono, usai acara penandatanganan kerjasama pengembangan BBN di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (9/1/2007)."Sebanyak apapun upaya pemerintah harus kembali ke masyarakat. Jadi tidak boleh sekedar menaikkan produksi BBN, tapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Itu intinya," ungkap Adi.Dekopin memang melakukan beberapa kerjasama untuk pengembangan biofuel bersama PT PN VIII, di Jawa Barat sepakat mengembangkan energi alternatif melalui penanaman jarak pagar. Begitu pula dengan PT PN XII di NTB dan NTT juga dengan PT RNI di Papua.Ketertarikan Dekopin dalam pengembangan BBN ini, menurut Adi, karena harga BBN yang lebih rendah ketimbang bahan bakar fosil seperti solar. "Harganya berkisar Rp 800 per liter. Kan lebih murah dari bahan bakar fosil solar," ujarnya.Pengembangan BBN yang berbasis tanaman seperti kelapa sawit juga diharapkan berimbas pada pendapatan petani kelapa. "Pendapatan petani kelapa bisa meningkat dua kali lipat. Untuk memberantas kemiskinan ini suatu cara yang efektif," katanya.Untuk proyek BBN, selama setahun ini Dekopin sudah mengembangkan kebun bibit di berbagai tempat seluas 18 ribu hektar. Selain itu juga menyiapkan lahan untuk bibit bahan bakar nabati dan teknologinya.
(lih/ir)











































