Investasi Terbesar BBN Dikuasai 3 Perusahaan

Investasi Terbesar BBN Dikuasai 3 Perusahaan

- detikFinance
Selasa, 09 Jan 2007 14:29 WIB
Jakarta - Pengembangan proyek bahan bakar nabati (BBN) yang diikuti 52 perusahaan senilai US$ 14,2 miliar, sebagian besar diantaranya atau sekitar US$ 9-10 miliar dikuasai oleh tiga perusahaan."Yang paling besar itu CNOOC kira-kira US$ 5 miliar. Yang lain Genting Biofuels Asia sekitar US$ 3 miliar, dan Indomal kira-kira US$ 1 miliar," kata Ketua Timnas BBN, Alhilal Hamdi.Hal itu disampaikan Alhilal usai acara penandatanganan kerjasama pengembangan BBN di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/1/2007). Ketiga pihak tersebut pertama, CNOOC (China national Offshore Oil Corporation) yang menggandeng PT SMART Tbk dan Hong kong Energy senilai US$ 5,5 miliar.Kedua, Genting Biofuel Asia Pte Ltd investasi senilai US$ 3 miliar, yang bekerja sama dengan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) untuk pemanfaatan PLTA Cirata sebagai pusat riset BBN. Serta Kabupaten Merauke untuk pembangunan perkebunan dan industri BBN berbahan baku sawit, tebu, dan jarak pagar.Ketiga, Indomal Group (Indonesia-Malaysia) investasi senilai US$ 1 miliar, kerjasama dengan pemerintah kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Indomal mendirikan perkebunan dan pabrik BBN dari kelapa sawit di Pulau Mangole, Kabupaten Sula, secara terpadu.Sementara Wilmar Energy, sudah mulai berinvestasi untuk pabrik pengembangan biodiesel dengan nilai sekitar US$ 100 juta. Pabrik yang dibangun Wilmar Energy di Dumai Riau ini akan memiliki kapasitas terpasang 350.000 ton per tahun pada Februari nanti. Pada akhir 2007 ditargetkan akan mencapai 1 juta ton per tahun. Dengan kapasitas itu, pabrik ini akan menjadi pabrik biodiesel terbesar di dunia.Sugar Group di Lampung juga sedang dalam masa konstruksi dan diharapkan bisa menyelesaikan pabriknya pada Maret 2007. Pabrik itu berkapasitas 60 juta liter etanol yang berbahan baku tetes tebu per tahun.Sedangkan Medco Etanol membangun pabrik di Lampung dengan kapasitas 60 juta kiloliter. Pembangunan pabrik dijadwalkan selesai pada akhir 2007 atau awal 2008 dengan menggunakan bahan baku singkong. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads