Kesadaran Masyarakat Meningkat, Prospek Chasis BBG Cerah
Selasa, 09 Jan 2007 17:16 WIB
Purwakarta - Chasis berbahan bakar gas (BBG) memiliki prospek cerah, setelah masyarakat mulai sadar pentingnya udara bersih dari emisi buang kendaraan.Selain itu, pemerintah DKI sedang menggodok peraturan daerah yang mewajibkan angkutan umum menggunakan chasis BBG. Kini pemerintah sedang upayakan penambahan infrastruktur penunjangnya yakni stasiun pengisian bahan bakar gas.Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris pada peresmian casis berbahan bakas gas PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) di pabrik Hino di Purwakarta Jawa barat, Selasa (9/1/2007)."Prospek bagus, dari waktu ke waktu masyarakat telah sadar udara bersih. Untuk pengadaan gasnya sumber gas kita cukup memadai. Dengan akhir tahun lalu ditarik pipa ke Banten dari lapangan minyak Grissik ke titik Krakatau Steel," jelasnya.Fahmi menambahkan, perusahaan otomotif Jepang ini telah menanamkan investasi sebesar US$ 47.800.000 dan menyerap tenaga kerja 360 orang. Selain itu, Hino juga mampu menciptakan produk baru yang dibutuhkan masyarakat dengan harga kompetitif dan melibatkan 50 perusahaan sub kontraktor lokal.Sementara Dirjen Perhubungan darat Departemen perhubungan Iskandar Abubakar mengatakan, pihaknya ikut menggodok perda yang mewajibkan penggunaan bahan bakar gas pada angkutan di Jakarta."Kini Bajaj, Taksi dan Bus sudah ada yang menggunakan CNG, tapi stasiun pengisian bahan bakar gas masih terbatas hanya sekitar 17. Apabila Perda itu direalisasi setidaknya diperlukan 50 SPBG," jelas Iskandar.Presiden Komisaris Indomobil Group Subronto Laras menyatakan, produksi ini merupakan wujud dari komitmen Hino mendukung program pemerintah untuk pengurangan subsidi BBM dan program langit biru. Disinggung mengenai investasi dan kapasitas produksi chasis CNG ini ia enggan menjawab."Investasi casis sudah eksis dengan produksi 13 ribu unit, untuk investasi chasis BBG tidak besar hanya karena investasi tambahan untuk development-nya. Sedangkan kapasitas bus dan chasis jumlahnya tidak besar selama ekonomi ke depan berkembang, maka kita kembangkan lagi volume tidak ada masalah," jelasnya.Menurutnya, produksi chasis angkutan darat di Indonesia sudah memiliki pemain lokal besar seperti Mitsubishi, Hino, Nissan, Mercedec Benz dan Isuzu."Local player sudah siap tinggal konsistensi pemerintah agar industri lokal menjadi tuan rumah di negaranya," tambah Subronto.PT. HMMI adalah anak perusahaan Indomobil Group yang dikenal sebagai produsen chasis truk dan bus diesel. Produksi chasisnya di 2006 mencapai 4314 unit dengan pangsa pasar 59,4 persen.
(arn/qom)











































