RI Harus Bisa Cari Untung dari Kisruh Bisnis Thailand

RI Harus Bisa Cari Untung dari Kisruh Bisnis Thailand

- detikFinance
Selasa, 09 Jan 2007 18:22 WIB
Jakarta - Kisruh masalah investasi Thailand harus dinilai sebagai sebuah momentum. Indonesia harus bisa mencari untung dibalik kekisruhan itu.Kisruh para pengusaha di Thailand gara-gara keputusan Pemerintah Thailand yang membatasi kepemilikan investor asing di perusahaan Thailand harus dijadikan momentum untuk menarik investasi khususnya investasi di bidang otomotif dari Thailand. Alasannya, Thailand merupakan saingan kuat Indonesia dalam industri otomotif."Kita tidak boleh kehilangan momentum ini, agar terus meningkatkan investasi otomotif setelah pasar dalam negeri kini mulai membaik," ujar Dirjen Industri Alat Angkut dan Telematika Depperin Budhi Darmadi kepada detikcom di sela-sela peluncuran Chasis Hino berbahan bakar gas di Pabrik Hino Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (9/1/2007).Indonesia harus kembali bisa memroduksi 533.000 unit kendaraan seperti yang pernah dicapai pada tahun 2005."Target kita taraf prinsipal yang ada produk baru untuk sedan, komersil, dan MPV (multi purpose vehicle. Kita minta agar produksi dibuat di Indonesia, kita kini sedang menyiapkan infrastrukturnya seperti carport," ujarnya.Untuk produksi MPV Indonesia, sebenarnya sudah cukup kompetitif dibanding Thailand. Budhi mencontohkan ada pengalihan produksi Toyota Fortuner dari Thailand ke Indonesia sejak bulan Desember.Pemerintah Jangan Berharap BanyakSementara ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo mengatakan, dari sisi kompetitif, Indonesia masih memiliki peluang untuk mengalahkan Thailand. Tapi untuk jangka panjang masih sulit, mengingat negara Thailand masih merupakan salah satu negara tujuan investasi otomotif yang utama."Indonesia masih perlu banyak belajar dari Thailand, pemerintah jangan berharap terlalu banyak," ujarnya kepada detikcom. Produksi mobil Thailand masih lebih banyak daripada Indonesia. "Untuk target produksi kita masih kalah dari Thailand yang sudah memroduksi 1,3 juta unit per tahun, sementara kita pada 2010 cita-citanya 1 juta unit. Itupun mengandalkan Free Trade Area seperti Economic Partnership Agreement (EPA)," ujarnya.Untuk menarik investasi otomotif dari Thailand, selain perbaikan perpajakan adalah pembangunan infrastruktur di luar Jawa. Bambang menilai dari sisi perpajakan yang bisa diadu dengan Thailand adalah industri MPV dan Sport Utility Vehicle (SUV). Untuk sedan kecil Indonesia masih kalah jauh. Bambang menambahkan Gaikindo menargetkan produksi mobil mencapai 380.000-400.000 unit. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads